Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
7 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
6 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
3
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
4
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
6 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
5
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Hukum
8 jam yang lalu
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
6
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
Nasional
8 jam yang lalu
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
Home  /  Berita  /  Parlemen

Masyarakat Sudah Rasakan Resesi, Pengamat: Lakukan Tindakan Nyata, Elit Jangan Cuma Berwacana

Masyarakat Sudah Rasakan Resesi, Pengamat: Lakukan Tindakan Nyata, Elit Jangan Cuma Berwacana
Ilustrasi. (Detik.com)
Senin, 31 Agustus 2020 11:05 WIB
JAKARTA - Publik tidak butuh pernyataan pemerintah tentang resesi ekonomi karena publik sudah lama merasakan hal itu.

Demikian yang disampaikan Pengamat Politik dari Universitas Nasional (Unas) Andi Yusran, Minggu (30/8/2020) kemarin.

Menurutnya, kalaupun tidak terjadi resesi, sebagian masyarakat berada dalam spektrum ‘resesi’ karena pertumbuhan ekonomi tidak berimbas secara signifikan kepada masyarakat menengah ke bawah.

"Pertumbuhan ekonomi itu kan yang menikmati para pemilik modal yang telah menguasai sumber-sumber daya alam, sementara sebagian masyarakat masih berkutat dan menggantungkan hidup pada ekonomi informal," ujarnya.

Baca Juga: Luhut: Resesi Bukan Akhir dari Segalanya

Andi menegaskan, yang dibutuhkan oleh masyarakat kekinian adalah kebijakan pemerintah yang pro terhadap masyarakat miskin dan pro pemerataan.

"Jadi sebaiknya elit berhenti berwacana, segeralah lakukan tindakan nyata dalam ‘merestorasi’ pendekatan dan kebijakan ekonomi kearah yang lebih produktif, manusiawi dan berkesetaraan," pungkasnya.

Resesi ekonomi di kuartal III 2020 bukan sebatas isapan jempol semata. Menko Polhukam Mahfud MD menyatakan hampir 100 persen yakin Indonesia akan dilanda resesi ekonomi.

Bulan depan hampir dapat dipastikan 99,9 persen akan terjadi resesi ekonomi di Indonesia," ujarnya saat acara temu seniman di Warung Bu Ageng, Jalan Tirtodipuran, Mantrijeron, Yogyakarta, Sabtu (29/8).

Hanya saja, dia memastikan bahwa resesi ini bukan berarti Indonesia langsung mengalami krisis ekonomi. Bahkan mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini memastikan resesi tidak berbahaya alias aman.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Warga Bertuah, Pasar & Niaga, Balai Kota, Parlemen
wwwwww