Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
18 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
17 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
3
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
4
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
17 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
5
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
Balai Kota
14 jam yang lalu
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
6
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Hukum
19 jam yang lalu
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Gas-Rem, Tanda Pemerintah Tidak Punya Strategi Tanggulangi Pandemi

Gas-Rem, Tanda Pemerintah Tidak Punya Strategi Tanggulangi Pandemi
(Gambar: Tangkapan layar virtual)
Senin, 31 Agustus 2020 13:04 WIB

JAKARTA - Kepala Dewan Penasehat Indonesia Research and Strategic Analysis (IRSA), Faisal Basri menilai, penekanan pada timing Gas dan Rem adalah tanda pemerintah tak punya strategi matang dalam penanggulangan Pandemi Covid-19.

"Jadinya trial and error, itu artinya gak ada strategi," kata Faisal dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI di Gedung Parlemen, Jakarta, Senin (31/8/2020).

Faisal menyayangkan pemerintah menerapkan pola seperti itu, lantaran terlalu beresiko pada nyawa rakyat di tengah hantaman Pandemi Covid-19.

Dalam rapat yang menyoal 'Ketahanan Ekonomi Nasional di Tengah Krisis Ekonomi Dunia', Faisal menyatakan bahwa untuk membangkitkan perekonomian dibutuhkan kepercayaan publik atas kemampuan pemerintah menanggulangi pandemi.

"Bikin rakyat confidence bahwa virus ini bisa dikendalikan," kata Faisal yang juga menekankan pentingnya penanganan kesehatan lebih dahulu untuk membangkitkan ekonomi.

Ia meyakini, jika rakyat percaya pada langkah pemerintah dalam penanggulangan Pandemi, maka geliat pasar akan bangkit. Dengan keyakinannya, kata Faisal, rakyat akan berpikir, "Oh dua bulan lagi kita selesai, kita belanja ini deh,".

Salah satu cara untuk meningkatkan kepercayaan dalam penanggulangan Pandemi, menurut Faisal, adalah dengan memasifkan testing dan tracing.

"Jelas berapa orang, kemudian isolasi," kata dia menjawab pertanyaan politisi PDIP, Arya Bima terkait langkah apa yang tepat agar penanganan Kesehatan dan Ekonomi bisa paralel, maskerisasi, cuci tangan, atau lainnya.

Hampir semua negara, tutur Faisal, mengutamakan penanganan kesehatan terlebih dahulu, sehingga ekonomi bisa menyusul bergerak tumbuh. Negara-negara yang telah berhasil menekan angka positif, kini telah menggeliat lagi perekonomiannya, destinasi wisata mereka telah dibuka.

"Tapi Indonesia masih di blacklist. Sadar tidak sadar, kita sedang dihukum oleh dunia," ujar Faisal.***


Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Pasar & Niaga, Kampus, GoNews Group
wwwwww