Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
11 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
10 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
3
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
4
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
10 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
5
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Hukum
12 jam yang lalu
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
6
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
Nasional
12 jam yang lalu
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
Home  /  Berita  /  Kesehatan

Lebih 120.000 Warga Brasil Tewas Akibat Virus Corona

Lebih 120.000 Warga Brasil Tewas Akibat Virus Corona
Presiden Brasil Jair Bolsonaro dan istrinya, Michelle Bolsonaro. Michelle terinfeksi virus corona setelah Jair Bolsonaro dinyatakan sembuh pada Juli lalu. (pikiran ralyat)
Minggu, 30 Agustus 2020 09:34 WIB

RIO DE JANEIRO - Lebih 120.000 warga Brasil meninggal dunia dalam enam bulan terakhir setelah terinfeksi virus corona.

Dikutip dari Inews.id yang melansir AFP, Kementerian Kesehatan Brasil mengungkap, hingga Sabtu sebanyak 120.262 orang meninggal dunia akibat virus corona dari total 3.846.153 orang yang terinfeksi.

Brasil merupakan negara kedua di dunia yang melampaui jumlah kematian 120.000 orang selama pandemi, setelah Amerika Serikat, yang saat ini mengonfirmasi jumlah kematian lebih dari 182.000 orang.

Peneliti kesehatan Christovam Barcellos mengatakan, kondisi di Brasil mengkhawatirkan. Menurut dia, tidak seperti di Eropa dan Asia di mana virus menyerang dengan parah lalu mereda, wabah di Brasil berkembang dengan kecepatan lambat namun stabil.

''Brasil itu unik. Sejak dimulainya pandemi, kurvanya berbeda dengan negara lain, jauh lebih lambat,'' kata Barcellos, dikutip dari AFP, Ahad (30/8/2020).

''Saat ini sudah stabil, tapi pada tingkat sangat berbahaya, yakni hampir 1.000 kematian dan 40.000 kasus per hari dan Brasil belum melewati puncaknya,'' tuturnya, menambahkan.

Presiden Jair Bolsonaro sejak awal meremehkan virus corona. Dia membandingkannya dengan flu biasa yang juga menyebabkan kematian. Selain itu dia mengkritik gubernur dan wali kota yang memberlakukan lockdown dengan alasan dampak ekonomi yang ditimbulkan akan lebih mematikan daripada serangan virus.

Hal kontroversi lainnya adalah mendorong penggunaan hidroksiklorokuin untuk penderita Covid-19, meskipun hasil penelitian menunjukkan obat itu tidak efektif.

Bolsonaro juga mengonsumsinya saat terinfeksi Covid-19 pada Juli lalu.***

Editor:hasan b
Sumber:inews.id
Kategori:Kuliner, Kesehatan
wwwwww