Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
12 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
11 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
3
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
4
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
11 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
5
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Hukum
13 jam yang lalu
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
6
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
Nasional
13 jam yang lalu
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
Home  /  Berita  /  Kuliner

Aksi Bakar Alquran Kelompok Anti-Islam Picu Kerusuhan di Swedia

Aksi Bakar Alquran Kelompok Anti-Islam Picu Kerusuhan di Swedia
Unjuk rasa kelompok anti-Islam yang diwarnai pembakaran Alquran di Malmo, Swedia, berujung kerusuhan. (deutsche welle/sindonews.com)
Minggu, 30 Agustus 2020 08:13 WIB

MALMO - Aksi unjuk rasa anti-Islam yang diwarnai pembakaran kitab suci Alquran di Kota Malmo, Swedia, Jumat (28/8/2020), berujung kerusuhan.

Kerusuhan pecah Jumat malam, setelah sekitar 300 pengunjuk rasa bentrok dengan polisi. Demonstran melemparkan batu ke arah polisi dan membakar ban selama bentrokan itu, yang dimulai setelah pemimpin Denmark anti-Muslim dilarang menghadiri demonstrasi pembakaran Al Quran. Rasmus Paludan, pemimpin Partai Garis Keras anti-imigrasi Denmark, telah dilarang masuk ke Swedia selama dua tahun.

Acara di Malmo yang rencananya akan dihadirinya ini digelar pada hari yang sama dengan shalat Jumat bagi umat Islam.

Surat kabar Swedia, Daily Aftonbladet melaporkan, beberapa kegiatan anti-Islam terjadi lebih awal pada hari Jumat. Tiga pria diketahui menendang salinan Alquran di antara mereka di lapangan umum. Protes anti Islam pun meletus setelah Paludan ditolak izinnya untuk mengadakan pertemuan di Malmo.

Demonstrasi meningkat di lokasi yang sama di mana Alquran dibakar.

''Kami tidak bisa mengendalikan ini, tapi kami bekerja secara aktif untuk mengambil kendali,'' kata juru bicara polisi seperti dilansir dari Deutsche Welle, Sabtu (29/8/2020).

Paludan sendiri kemudian mengunggah pesan berisi kemarahan di akun Facebooknya. ''Dikirim kembali dan dilarang dari Swedia selama dua tahun. Namun, pemerkosa dan pembunuh selalu diterima!'' katanya.

Tahun lalu, dia telah membakar Alquran setelah dibungkus dengan daging babi.***

Editor:hasan b
Sumber:sindonews.com
Kategori:Warga Bertuah, Kuliner
wwwwww