Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
13 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
12 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
3
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
4
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
11 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
5
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
Balai Kota
9 jam yang lalu
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
6
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
Nasional
13 jam yang lalu
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
Home  /  Berita  /  Balai Kota

Aksi di Depan Istana Memanas, Petani: Kami Sudah Capek Pak Presiden!

Aksi di Depan Istana Memanas, Petani: Kami Sudah Capek Pak Presiden!
Rabu, 26 Agustus 2020 15:15 WIB
JAKARTA - Aksi unjuk rasa petani dari Serikat Petani Simalingkar Bersatu (SPSB) dan Serikat Tani Mencirim Bersatu (STMB) yang tergabung dalam Gerbang Tani di depan Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (26/8) sempat memanas.

Terjadi aksi saling dorong antara massa aksi dan aparat kepolisian yang berjaga mengawal jalannya aksi.

Melalui rekaman video amatir yang diterima redaksi dari petani, tampak ratusan petani yang mengenakan topi tani berteriak histeris saat terjadi dorong-dorongan dengan polisi.

"Kami sudah capek. Kami sudah capek Pak Presiden," teriak massa.

Aksi saling dorong tersebut tidak berlangsung lama setelah Koordinator Aksi yang juga Dewan Pembina SPSB, Aris Wiyono menerobos ke tengah kerumunan aparat dan massa yang terlibat kisruh.

"Sudah, sudah pak, sudah," teriak Aris Wiyono.

Adapun kedatangan mereha hari ini merupakan aksi lanjutan. Aris Wiyono menegaskan, aksi hari ini bertujuan untuk mendesak pemerintah, dalam hal ini Presiden Joko Widodo memberikan kepastian hukum terhadap konflik agraria di Simalingkar dan Sei Mencirim.

Pada aksi Senin kemarin (24/8), para petani dijanjikan utusan Istana yang diwakili oleh Deputi IV KSP bahwa tuntutan mereka akan diselesaikan dalam dua hari.

Oleh karenanya, hari ini mereka kembali berharap kepada Kepala Negara agar konflik antara petani dua desa dengan PTPN II ini terjadi di atas tanah seluas 1.704 hektare dengan rincian 854 hektare terjadi di Desa Simalingkar dan 850 hektare di Desa Simencirim bisa diselesaikan.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Rmol.id
Kategori:Warga Bertuah, Balai Kota, GoNews Group
wwwwww