Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
Gelanggang
18 jam yang lalu
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
2
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
Balai Kota
17 jam yang lalu
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
3
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
4
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
5
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
Balai Kota
20 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
6
Pemkot Pekanbaru Latih Nakes Puskesmas Jadi Pendamping Posyandu, Dukung Penerapan Standar Pelayanan Minimal
Balai Kota
22 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Latih Nakes Puskesmas Jadi Pendamping Posyandu, Dukung Penerapan Standar Pelayanan Minimal
Home  /  Berita  /  Kuliner

Transfusi Plasma Darah Pasien Sembuh Diyakini Bisa Obati Pasien Covid-19

Transfusi Plasma Darah Pasien Sembuh Diyakini Bisa Obati Pasien Covid-19
Ilustrasi. (Gambar: Ist./reuters via france24.com)
Senin, 24 Agustus 2020 08:16 WIB

AMERIKA SERIKAT – Food and Drug Administration (FDA) di Amerika Serikat melirik penggunaan plasma darah dari pasien virus Corona/Covid-19 yang pulih sebagai pengobatan terhadap penyakit yang telah menewaskan lebih dari 176.000 orang di AS sejak pandemi berlangsung.

"Produk ini mungkin efektif dalam mengobati Covid-19, dan manfaat yang diketahui dan potensial dari produk tersebut lebih besar daripada risiko yang diketahui dan potensial dari produk tersebut," kata FDA dalam sebuah pernyataan, dikutip dari france24.com, Senin (24/8/2020). 

Spesialis Paru di Lenox Hill Hospital, Kota New York, Len Horovitz mengatakan, plasma kemungkinan akan bekerja jauh lebih baik setelah seseorang terpapar virus, ketika tubuh mencoba menetralkan infeksi. Masalahnya adalah pasokan plasma terbatas, yang berarti akan sulit mendapatkan jumlah plasma yang cukup untuk mengobati semua orang. 

Presiden AS, Donald Trump mengatakan kepada wartawan bahwa terapi tersebut menunjukkan 'tingkat keberhasilan yang luar biasa' dan 'akan menyelamatkan banyak nyawa'.

The Washington Post menulis bahwa lebih dari 70.000 pasien virus di AS telah menerima transfusi semacam itu.

Di Indonesia, berdasarkan data pemerintah yang dipublikasikan laman covid19.go.id pada 23 Agustus 2020, total pasien Covid-19 yang sembuh mencapai 107.500 orang, sementara jumlah pasien terkonfirmasi positif tercatat sebanyak 153.535 orang.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Kampus, Kuliner, Kesehatan, GoNews Group
wwwwww