Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
Gelanggang
19 jam yang lalu
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
2
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
Balai Kota
18 jam yang lalu
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
3
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
4
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
5
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
Balai Kota
21 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
6
Pemkot Pekanbaru Latih Nakes Puskesmas Jadi Pendamping Posyandu, Dukung Penerapan Standar Pelayanan Minimal
Balai Kota
23 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Latih Nakes Puskesmas Jadi Pendamping Posyandu, Dukung Penerapan Standar Pelayanan Minimal
Home  /  Berita  /  Kuliner

Akibat Ledakan Dahsyat di Beirut, 300 Ribu Orang Kehilangan Rumah

Akibat Ledakan Dahsyat di Beirut, 300 Ribu Orang Kehilangan Rumah
Penampakan kerusakan Kota Beirut akibat ledakan dahsyat, Selasa petang. (detik.com)
Rabu, 05 Agustus 2020 19:49 WIB
BEIRUT - Ledakan dahsyat di Kota Beirut, Selasa (4/8/2020) petang, menyebabkan separuh ibu kota Lebanon itu mengalami kerusakan parah.

Dikutip dari detik.com yang melansir AFP, Gubernur Beirut, Marwan Aboud mengatakan, sekitar 300 ribu orang kehilangan rumah akibat ledakan tersebut.

''Saya pikir ada antara 250 ribu hingga 300 ribu orang yang sekarang tidak memiliki rumah,'' tutur Marwan Aboud, Rabu (5/8/2020).

Gubernur Aboud juga memperkirakan bahwa kerugian akibat ledakan dahsyat pada Selasa (4/8) waktu setempat mencapai sekitar US$ 3 miliar hingga US$ 5 miliar (Rp 43,6 triliun hingga Rp 72,8 triliun).

Ditambahkan Gubernur Aboud bahwa tim insinyur dan pakar teknis belum menyelesaikan penaksiran resmi soal besarnya nilai kerusakan akibat ledakan tersebut.

Namun disebutkan bahwa dua ledakan besar yang berpusat di area pelabuhan telah memicu dampak besar secara luas hingga ke lebih dari separuh Kota Beirut.

Sejauh ini, Palang Merah Lebanon menyebut lebih dari 100 orang meninggal dunia dan sekitar 4 ribu orang lainnya luka-luka akibat dua ledakan besar itu.

Sementara Kementerian Kesehatan Lebanon menyatakan ratusan orang dilaporkan hilang oleh keluarga masing-masing usai ledakan terjadi. Hal ini memicu kekhawatiran bahwa jumlah korban meninggal masih bisa bertambah lagi.***

Editor:hasan b
Sumber:detik.com
Kategori:Warga Bertuah, Kuliner
wwwwww