Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Putusan MA Anulir Suket Gibran Rakabuming, Publik Soroti Ancaman Pemakzulan Wapres
Nasional
8 jam yang lalu
Putusan MA Anulir Suket Gibran Rakabuming, Publik Soroti Ancaman Pemakzulan Wapres
2
Sasar Sarang Narkoba, Tim Gabungan Polresta Pekanbaru Jaring Empat Pengunjung Kelab Malam
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Sasar Sarang Narkoba, Tim Gabungan Polresta Pekanbaru Jaring Empat Pengunjung Kelab Malam
3
Tumpukan Sampah Jadi Biang Kerok Meluapnya Drainase di Ruas Jalan Pekanbaru
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Tumpukan Sampah Jadi Biang Kerok Meluapnya Drainase di Ruas Jalan Pekanbaru
Home  /  Berita  /  Kampus

Ahli Kesehatan Ungkap Pentingnya Pemurnian Virus, Lalu Seberapa Efektif Vaksin Sinovac?

Ahli Kesehatan Ungkap Pentingnya Pemurnian Virus, Lalu Seberapa Efektif Vaksin Sinovac?
Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Indonesia (IAKMI), Dr. Hermawan Saputra (kanan). (Foto: KWP)
Kamis, 23 Juli 2020 16:03 WIB
JAKARTA - Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Indonesia (IAKMI), Dr. Hermawan Saputra, menyatakan pentingnya Indonesia melakukan pemurnian virus corona yang ada di Indonesia guna mendapatkan vaksin yang efektif.

"Harusnya. Dan seharusnya pemerintah itu mendorong itu sejak awal," kata Hermawan usai gelaran diskusi di media center DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (23/7/2020).

Ia mengungkapkan, Indonesia memiliki peneliti-peneliti yang hebat dengan kepakaran yang sebenarnya sudah cukup lengkap.

Tetapi memang, lanjut Hermawan, "tentu ada teknologi, ada anggaran di situ, juga ada advokasi global,".

"Karena bicara vaksin itu ada kaitannya dengan perdagangan vaksin global. Jadi bagaimana meng-endorse agar bio farma sebagai BUMN bidang vaksin ini betul-betul mampu tampil secara global. Kenyataannya kan kita masih pada level nasional sekalipun ada beberapa produk yang mendunia, tapi ujicoba, penemuan, harusnya datang dari kita sendiri, ini yang kita harapkan," kata Hermawan.

Saat ini, Indonesia akan mengujicoba vaksin Covid-19 dari Sinovac, China. Terkait kerjasama tersebut, kata Hermawan, karena inisiatifnya bukan dari Indonesia, "mungkin proses (pemurnian, red) itu dilakukan di sana (Tiongkok, red). Kita tidak tahu sebenarnya di Indonesia seperti apa. Kita hanya dijadikan mitra dalam penelitian klinis level 3, ujicoba,".

"Jadi kalau ditanyakan proses (pemurnian, red) ini sebelumnya (di Indonesia, red), ya kita juga nggak tahu karena kita bukan orang (pihak, red) yang menginisiasi," ujar Hermawan.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:GoNews Group, Kesehatan, Kampus
wwwwww