Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
Gelanggang
15 jam yang lalu
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
2
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
Balai Kota
15 jam yang lalu
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
3
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
4
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
5
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
Balai Kota
18 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
6
Pemkot Pekanbaru Latih Nakes Puskesmas Jadi Pendamping Posyandu, Dukung Penerapan Standar Pelayanan Minimal
Balai Kota
20 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Latih Nakes Puskesmas Jadi Pendamping Posyandu, Dukung Penerapan Standar Pelayanan Minimal
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Puspolindo Dorong Presiden Eksekusi Opsi 'Resuffle'

Puspolindo Dorong Presiden Eksekusi Opsi Resuffle
Direktur Eksekutif Pusat Politik dan Sosial Indonesia (Puspolindo), Dian Cahyani. (Foto: Ist.)
Selasa, 14 Juli 2020 10:52 WIB
JAKARTA - Direktur Eksekutif Pusat Politik dan Sosial Indonesia (Puspolindo), Dian Cahyani mengatakan, Presiden Jokowi harus menepati janjinya untuk melakukan reshuffle.

"Jika tidak, performa kinerja pemerintah akan menurun di masa pandemi ini," kata Dian kepada wartawan, Selasa (14/7/2020).

Beberapa menteri, kata Dian, ada yang tenggelam dan tidak jelas bagaimana kelanjutan program kerjanya. Ketidaktegasan Presiden dalam membenahi kabinetnya-sementara opsi resuffle pernah disampaikan, bisa dianggap sebatas pencitraan oleh publik.

"Sebaliknya, jika presiden melakukan reshuffle akan mendapatkan simpati masyarakat yang sedang kesal dengan kinerja para menterinya. Reshuffle musti dilakukan atas basis kinerja dan data," kata Dian.

Lebih jauh lagi, Dian juga menyoroti beberapa pos kementerian yang harus dievaluasi karena kinerja yang tidak begitu bagus selama pandemi. "Kementerian dibidang ekonomi, kesehatan, dan bidang PMK, perlu mendapatkan sorotan dan perlu dirombak,".

Sebelumnya, dalam sebuah rapat dengan pimpinan Kementerian dan Lembaga, 18 Juni 2020 lalu, Presiden memgungkapkan kejengkelannya lantaran kerja-kerja penanggulangan pandemi Covid-19 belum cukup memuaskan. Presiden mengatakan, dirinya telah memikirkan berbagai opsi termasuk resuffle dan pembubaran lembaga.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Parlemen, Kampus, GoNews Group
wwwwww