Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
13 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
11 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
3
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
4
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
11 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
5
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
Balai Kota
8 jam yang lalu
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
6
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
Nasional
13 jam yang lalu
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
Home  /  Berita  /  Kulim

Kapolda Sumatera Barat Tindak Tegas Anggota Berpolitik Praktis

Kapolda Sumatera Barat Tindak Tegas Anggota Berpolitik Praktis
Kepala Polda Sumatera Barat, Inspektur Jenderal Polisi Toni Harmanto. ANTARA/HO
Selasa, 23 Juni 2020 23:05 WIB
PADANG - Kepala Polda Sumatera Barat, Inspektur Jenderal Polisi Toni Harmanto, memastikan menindak tegas anggotanya yang terlibat politik praktis dalam Pilkada Sumatera Barat 2020.

"Kami akan berikan sanksi tegas jika menemukan ada anggota yang terlibat politik praktis," kata dia, di Padang, Selasa.

Menurut dia hal ini sudah menjadi fokus kepala Kepolisian Indonesia sejak Desember 2019 dan dia sudah menekankan kepada seluruh jajaran bersikap netral dalam Pilkada.

"Kami sudah berulang-ulang memberikan penegasan tentang sanksi yang akan mereka terima kalau mereka juga ikut dalam politik praktis," katanya.

Menurut dia, hal-hal tentang netralitas polisi dalam setiap aktivitas politik sudah diatur dalam Peraturan Kepala Kepolisian Indonesia serta sanksi disiplin sampai kode etik, tergantung derajat kesalahan.

Ia mengatakan, Pilkada 2020 di Sumatera Barat harus aman dan kondusif dan dirinya berharap seluruh masyarakat ikut menjaga keamanan, ketertiban masyarakat.

Menurut dia dalam waktu dekat akan dilaksanakan deklarasi Pemilu damai bersama seluruh pihak yang terlibat mulai dari peserta, partai politik, penyelenggara dan lainnnya.

Ia berharap seluruh proses pemilihan ini dengan jujur dan adil kemudian lebih menjaga persatuan dan kesatuan di Sumatera Barat.

Menurut dia pelaksanaan deklarasi ini sempat tertunda akibat Covid-19. "Deklarasi Pemilu dami sudah kita atur sebetulnya jauh-jauh hari waktu itu, cuma karena ada isu Covid-19 ditunda dan memang kami sudah punya rencana untuk itu," kata dia. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:Antara
Kategori:Kabar Bertuah, Binawidya, Kulim
wwwwww