Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
12 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
11 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
3
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
4
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
10 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
5
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Hukum
12 jam yang lalu
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
6
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
Nasional
12 jam yang lalu
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
Home  /  Berita  /  Parlemen

Pilkada Siak, DPW PAN Riau Ancam Beri Sanksi Kader yang Tak Dukung Pasangan Alfedri-Husni

Pilkada Siak, DPW PAN Riau Ancam Beri Sanksi Kader yang Tak Dukung Pasangan Alfedri-Husni
Pasangan Alfedri-Husni saat menerima SK dari DPP PAN. (Istimewa)
Jum'at, 19 Juni 2020 12:49 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
PEKANBARU - Ancaman sanksi bagi kader PAN yang tidak mendukung pasangan Alfedri-Husni di Pilkada Siak bakal diterapkan DPW PAN Riau.

Demikian diungkapkan Sekretaris DPW PAN Provinsi Riau, T. Zulmizan F. Assagaff kepada GoNews.co, Jumat (19/6/2020) melalui pesan Whatsapp.

Zulmizan mengingatkan kader PAN Siak tidak terjebak strategi politik adu domba yang mungkin akan diterapkan oleh kompetitor. "Bagi yang membelot, pasti akan kami beri sanksi dan tindak tegas, " tukas Zulmizan.

Dengan telah diterimanya SK DPP PAN ini, kata Dia, maka pasangan Alfedri - Husni Merza harus segera meningkatkan konsolidasi internal dan sosialisasi kepada masyarakat luas. "Pilkada Siak diprediksi akan berlangsung sangat seru dan menarik, walaupun kita masih menunggu pasangan calon lainnya yang memastikan diri akan maju. Bagi PAN, kemenangan di Siak adalah harga mati dan menyangkut marwah partai, karena posisi PAN sebagai petahana," tandasnya.

Karena itu, Zulmizan mengharapkan seluruh kader PAN Siak segera merapatkan barisan dan mengatur strategi pemenangan yang tepat. "Alhamdulillah, PAN selalu menang dalam Pilkada di Siak dan kami optimis insya Allah akan menang lagi! Apalagi semangat dan militansi kader saat ini menjadi berlipat-lipat," ujarnya.

Untuk diketahui, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN) secara resmi menetapkan pasangan Drs. H. Alfedri, M.Si. dan Husni Merza, BBA, MM sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Siak pada Pilkada Serentak Tahun 2020.

Penetapan tersebut tertuang pada Surat Keputusan (SK) tentang Persetujuan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Siak Nomor: PAN/A/Kpts/KU-SJ/042/V/2020 tanggal 8 Mei 2020, dilakukan langsung oleh Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan di Jl. Widya Chandra IV No. 16 Jakarta Selatan Kamis (18/6) sekitar Pukul 21.30 WIB.

Tidak sedikit juga para petinggi PAN yang hadir saat penyerahan SK tersebut. Pertama Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Soetrisno Bachir (Ketua Umum PAN periode 2005 - 2010, sekarang Ketua Dewan Kehormatan PAN) dan M. Hatta Rajasa (Ketua Umum PAN Periode 2010 - 2015, yang saat ini menjabat Ketua Majelis Pertimbangan Partai PAN), kemudian Asman Abnur, Wakil Ketua Umum yang juga Ketua Tim Pilkada Pusat DPP PAN dan Bendahara Umum Totok Daryanto.

Alfedri-Husni sendiri didampingi Sekretaris DPW PAN Riau T. Zulmizan F. Assagaff, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Siak Fairus Ramli dan Syarif Anggota Fraksi PAN DPRD Siak.

Dengan diterimanya SK PAN ini, pasangan Alfedri - Husni Merza dipastikan akan "berlayar", karena telah mengantongi 10 kursi, karena PAN memiliki 7 kursi ditambah PKB 3 kursi yang SK-nya telah lebih duluan diterima bebetapa waktu lalu.

"Insya Allah beberapa partai lain segera menyusul, saat ini prosesnya telah masuk tahap finalisasi, " katanya.***

wwwwww