Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
5 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
3
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
4 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
4
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
Nasional
6 jam yang lalu
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
5
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
3 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
6
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Hukum
5 jam yang lalu
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Abaikan Usulan DMI, Mayoritas Masjid di Jakarta, Bekasi, Tangsel Tak Terapkan Ganjil Genap

Abaikan Usulan DMI, Mayoritas Masjid di Jakarta, Bekasi, Tangsel Tak Terapkan Ganjil Genap
Ilustrasi (Istimewa)
Jum'at, 19 Juni 2020 14:15 WIB
JAKARTA - Masjid di berbagai daerah tak menerapkan pembagian gelombang jemaah Salat Jumat dengan sistem ganjil genap. Alasannya, kapasitas masjid masih mencukupi atau memang hanya tak dilakukan pengaturan.

Diketahui, Dewan Masjid Indonesia (DMI), Selasa (16/6), menganjurkan pengurus masjid menggelar Salat Jumat dua gelombang, yakni pukul 12.00 dan 13.00, jika kapasitas masjid tak mencukupi. Giliran salat ditentukan lewat ganjil/genap nomor terakhir ponsel jemaah.

Masjid Agung Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, tidak menerapkan aturan ganjil genap karena kapasitas lahan masih bisa menampung jemaah.

"Kan poin yang dianjurkan itu ada beberapa. Kalau yang masjid lahannya luas itu enggak masalah, tidak perlu membagi gelombang," kata Kepala Bidang Umum dan Operasional Masjid Agung Sunda Kelapa Laode saat dihubungi, Jumat (19/6) dikutip dari Antara.

Pelaksanaan Shalat Jumat di Masjid Sunda Kelapa hanya dilakukan satu kali karena mampu menampung banyak jemaah meski sudah menyesuaikan dengan protokol jaga jarak.

"Kalau dulu kan hanya tiga ruangan yang digunakan untuk ibadah Salat Jumat dalam kondisi normal. Ruangannya itu hanya aula, ruang ibadah utama, sama serambi. Kalau sekarang seluruh area masjid digunakan, dengan halamannya, lapangan bola, pelataran semua dipakai," kata Laode.

Dia mengingatkan jamaah yang akan menjalani Shalat Jumat di Masjid Sunda Kelapa menaati protokol kesehatan seperti membawa sajadah sendiri, membawa tas untuk alas kaki, hingga melakukan wudhu dari rumah.

"Dipastikan protokol kesehatan yang ada tetap berjalan," kata Laode.

Senada, Masjid At-Taubah, Kelurahan Susukan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, Jum'at (19/6), tidak menerapkan ganjil genap.

Dilansir dari CNNIndonesia, tidak terlihat pengecekan nomor ponsel dari setiap jemaah yang datang oleh petugas masjid.

Pihak masjid menyediakan sarana cuci tangan beserta sabunnya. Meski dipenuhi jemaah, masjid yang terdiri dari dua lantai ini tetap menerapkan jaga jarak 1 meter antar-jemaah yang tampak patuh aturan penggunaan masker.

Pihak masjid tidak menyediakan sajadah sebagai alas salat, setiap jemaah diminta membawanya sendiri.

Hanya saja, jemaah yang melaksanakan salat di jalan di dekat masjid terlihat tidak menerapkan jaga jarak sebagaimana yang ada di dalam masjid.

"Kalau yang di dalam sudah diatur soal jaga jarak. Sedangkan di luar, susah juga, ya, sudah jaga jarak, cuma kan makin lama makin banyak jemaah yang datang sedangkan terpal untuk alas salat tidak banyak," ujar salah satu jemaah, Ahmad Husein.

Terpisah, Masjid Nurul Huda, di Kompleks Perumahan Danamon-Greenhill, Jatiasih, Bekasi, pun tak menerapkan metode ganjil-genap.

Jemaah masuk masjid tanpa pengecekan nomor ponsel masing-masing. Namun, tetap ada penerapan protokol kesehatan, seperti boks disinfektan, pengurus masjid yang terus mengingatkan soal jaga jarak.

Dua masjid di Ciputat, Kota Tangerang Selatan, yakni Masjid Fathullah kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta dan Masjid Mauidzotul, memilih tak menerapkan sistem ganjil-genap karena kapasitas masih cukup.

"Enggak. Karena masjidnya gede. Kalau saya lihat sih enggak bakalan penuh," kata salah satu pengurus Masjid Fathullah kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Handoko, Jumat (19/6).

Namun, pihak masjid tetap menerapkan sejumlah prokotol kesehatan. Misalnya menjaga jarak, pengecekan suhu tubuh, dan tidak boleh berlama-lama di dalam masjid usai gelaran Salat Jumat.

Ketua Dewan Kemakmuran Masjid Mauidzotul, Tangsel, Hamin Rosa mengatakan pihaknya mempersilakan jemaah yang tak tertampung untuk mencari masjid lain.

Lihat juga: JK Sebut Fatwa Salat Jumat MUI Pusat dan DKI Beda Konteks
"Kita enggak pake [ganjil genap]. Karena masih cukup. Masjid UIN masih. Kemaren masih penuh karena baru kita yang buka," katanya.

"Kalau enggak cukup, silakan di tempat lain," tambahnya.

Masjid Agung Kota Depok juga tidak menerapkan sistem ganjil-genap. Tak ada pemeriksaan nomor ponsel yang dilakukan oleh pengurus masjid.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Antara dan CNNIndonesia
Kategori:Kabar Bertuah, Warga Bertuah, Balai Kota, GoNews Group
wwwwww