Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
4 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
Nasional
5 jam yang lalu
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
3
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Hukum
4 jam yang lalu
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
4
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
2 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
5
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
2 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
6
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
3 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Home  /  Berita  /  Parlemen

BGD Kecam Penangkapan Ismail yang Posting Guyonan Gus Dur Soal Tiga Polisi Jujur

BGD Kecam Penangkapan Ismail yang Posting Guyonan Gus Dur Soal Tiga Polisi Jujur
Unggahan Ismail di Akun Facebooknya.(Istimewa)
Kamis, 18 Juni 2020 18:30 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Barisan Kader Gus Dur (BGD) mengecam keras penangkapan Ismail Ahmad oleh Polisi di Maluku.

Terlebih lagi, Ismail Ahmad ditangkap hanya karena unggah guyonan Gus Dur soal Polisi yang jujur hanya ada tiga, yakni patung polisi, polisi tidur dan Jenderal Hoegeng.

"Kami mengecam keras tindakan Kepolisian Kepuluan Sula yang memproses saudara Ismail Ahmad hanya karena menyitir joke/guyonan Alfmagfurllah Gus Dur dalam media sosial Facebook," ujar Ketua DPP Barisan Kader Gus Dur, Priyo Sambadha, Kamis (18/6/2020) di Jakarta.

Atas tindakan polisi tersebut kata Dia, nyata-nyata telah mencederai nilai demokrasi dalam hal kebebasan rakyat dalam menyatakan pendapat.

"Apalagi yang bersangkutan hanya sekadar menyitir atau mengutip ucapan Almagfurllah Presiden RI ke 4 KH Abdurrahman Wahid sebagai bentuk halus kritik yang membangun dan menyehatkan. Proses hukum yang bersangkutan sungguh tidak bisa diterima akal sehat," tegasnya.

Jika kasus Ismail Ahmad tersebut sampai ke ranah pidana, para kader Gus Dur katanya, akan sekuat tenaga mendampingi dan membela yang bersangkutan termasuk dalam proses legal formal.

"Kami minta, Bapak Kapolri dapat memberikan pemahaman tentang demokrasi kepada para bawahannya. Terutama para penanggung jawab keamanan wilayah. Sehingga Polri mampu berfungsi sebagai pelindung dan pengayom masyarakat dalam alam demokrasi," urainya.

Dirinya juga berharap, Kapolres Kepulauan Sula segera dicopot karena yang bersangkutan dianggap teleh mencederai proses demokratisasi di tanah air dan sewenang-wenang dalam mrnggunakan jabatan.

"Perlu kami ingatkan kembali, KH Abdurrahman Wahid telah berjasa sangat besar terhadap perkembangan institusi Polri, antara lain dengan memisahkan Polri dari TNI. Sehingga Polri mampu lebih mandiri dan fokus terhadap tupoksinya yaitu keamanan negeri," tandasnya.***

wwwwww