Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
Gelanggang
14 jam yang lalu
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
2
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
Balai Kota
13 jam yang lalu
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
3
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
4
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
5
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
Balai Kota
17 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
6
Pemkot Pekanbaru Latih Nakes Puskesmas Jadi Pendamping Posyandu, Dukung Penerapan Standar Pelayanan Minimal
Balai Kota
19 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Latih Nakes Puskesmas Jadi Pendamping Posyandu, Dukung Penerapan Standar Pelayanan Minimal
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Zulkifli Beri Sinyal Gabung Koalisi Pemerintah, Kader PAN Harus Ikut

Zulkifli Beri Sinyal Gabung Koalisi Pemerintah, Kader PAN Harus Ikut
Kamis, 13 Februari 2020 17:00 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan mengisyaratkan PAN akan bergabung ke koalisi pemerintah. Bagaimana respons Dradjad Wibowo?

"Sikap politik bang Zul terkait posisi PAN dengan pemerintah sudah diketahui semua kader PAN sejak lama. Hal ini juga sudah berkali-kali disampaikannya kepada para pemegang hak suara di Kongres," ujar Dradjad kepada wartawan, Kamis (13/2/2020).

Dradjad diketahui merupakan calon ketua umum PAN. Saat kongres kemarin, Dradjad menjadi rival Zulkifi, Mulfachri Harahap, dan juga Asman Abnur yang belakangan mundur sebelum pemungutan suara. Namun, Dradjad kalah di proses perhitungan suara, dia hanya mendapat suara 6 suara.

Kembali ke respons Dradjad, dia mengaku menghormati pilihan Zulkifli. Dradjad menilai Zulkifli yang akan menjalankan mesin partai, dan semua kader PAN sudah seharusnya mengikuti sikap dan mandat Ketum.

"Kongres PAN di Kendari memilih bang Zul sebagai Ketum 2020-2025, bahkan dengan selisih suara yang sangat besar. Jadi bang Zul mempunyai mandat penuh dan sah dari peserta Kongres untuk memilih apapun sikap politik nasional PAN nanti," ucapnya.

Preferensi bang Zul sebagai Ketum adalah tidak beroposisi, tapi mendukung pemerintah. Sekarang bang Zul memegang mandat penuh dan sah untuk mendukung pemerintah, terlepas nanti bagaimana bentuknya. Semua kader PAN, termasuk saya, mempunyai kewajiban moral untuk menghormati dan mengikuti keputusan bang Zul sebagai Ketum. Memang begitu lah berdemokrasi yang benar, setelah keputusan dibuat dalam demokrasi, ya kita semua mengikuti keputusan tersebut," sambungnya.

Sebelumnya, Zulkifli dalam pidato penutupan Kongres PAN mengisyaratkan PAN akan berkoalisi ke pemerintah. Dia menilai jika PAN menjadi oposisi pemerintah seperti PKS, itu akan membuat PAN rugi.

"Kalau oposisi itu sudah diambil tagline-nya oleh PKS. Kalau kita ikut masuk ke situ, isu oposisi yang sudah diambil oleh itu temen kita partai itu akan sangat merugikan kita," kata Zulhas dalam sambutannya menutup Kongres PAN di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (12/2).

"Oleh karena itu, kita mesti menentukan positioning kita kemudian. Dengan siapa kita mesti berteman. Paling tidak kita tidak bermusuhan dengan banyak orang," sambung Zul.***

Sumber:Detik.com
Kategori:GoNews Group, Warga Bertuah, Balai Kota, Parlemen
wwwwww