Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
22 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
21 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
3
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
4
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
21 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
5
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
Balai Kota
18 jam yang lalu
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
6
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Hukum
23 jam yang lalu
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Sudah Menelan Korban Jiwa, Tomy Winata Minta Harimau Sumatera Tidak Diburu dan Dibunuh

Sudah Menelan Korban Jiwa, Tomy Winata Minta Harimau Sumatera Tidak Diburu dan Dibunuh
Senin, 30 Desember 2019 13:46 WIB
JAKARTA - Pengusaha nasional Tomy Winata mengajak semua pihak belajar dari peristiwa serangan harimau Sumatera yang menewaskan Sulis, warga Talang Tinggi, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.

Sulis diserang harimau Sumatera saat mandi di pemandian umum sekitar 100 meter dari rumahnya, hari Jumat lalu (27/12). Ia ditemukan dengan luka di sekujur tubuh. Kakinya juga dilaporkan hilang.

Tomy Winata mengatakan dirinya prihatin pada nasib yang dialami Sulis. Dia berharap agar peristiwa ini tidak terjadi lagi.

Menurut Tomy Winata, hewan yang memiliki nama Latin Panthera tigris sumatrae itu tidak tanpa alasan menyerang manusia.

Alasan utamanya adalah karena wilayah hidup mereka sudah dirusak oleh manusia. Karena itu, sebutnya lagi, di sisi lain manusia juga perlu menjaga kawasan hutan yang sudah menjadi wilayah hidup harimau.

Dalam hal ini, Tomy Winata mamandang Sulis dan warga lain yang diserang harimau adalah korban dari anggota masyarakat yang mengganggu dan merusak wilayah hidup harimau.

Tomy Winata juga menyayangkan pernyataan yang disampaikan Plt. Bupati Muara Enim, Juarsah, yang meminta agar petugas Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSAD) dan Polisi Hutan memburu dan menangkap harimau hidup atau mati.

"Yang salah adalah anggota masyarakat yang mengganggu, merusak wilayah harimau, dan membuat harimau terusik. Kok malah harimau yang dibantai?” ujarnya dalam pesan yang diterima redaksi.

"Ajarkan masyarakat agar tidak mengganggu wilayah yang sudah menjadi wilayah harimau, serta mata rantai makanannya. Dasar, mentang-mentang manusia dan penguasa," demikian Tomy Winata.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:RMOL.ID
Kategori:GoNews Group, Warga Bertuah, Pasar & Niaga
wwwwww