Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
12 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
11 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
3
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
4
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
10 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
5
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Hukum
12 jam yang lalu
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
6
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
Nasional
12 jam yang lalu
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Depresi, Ibu Gorok Anak Perempuannya yang Berusia 18 Tahun

Depresi, Ibu Gorok Anak Perempuannya yang Berusia 18 Tahun
Foto: Ist.
Minggu, 29 Desember 2019 16:42 WIB
KEDIRI - Seorang Ibu di Kediri tega membunuh anak perempuannya sendiri lantaran lelah, kesal dan depresi.

Pelaku bernama Lasi (63) ini dikabarkan mengalami depresi karena harus mengurus anaknya seorang diri. Sementara sang suami juga jatuh sakit karena menderita stroke.

Lasi tega menggorok leher anaknya saat sedang tertidur menggunakan pisau hingga korban tewas pada Jumat (27/12/2019) sekira pukul 16.30 WIB.

Mengutip keepo.me, Minggu (29/12/19), Lasi (63) adalah warga Dusun Jambean, Desa Manggis Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri. Sementara anak yang dibunuh adalah Putri Ulandari (18).

Kasatreskrim Polres Kediri, AKP Gilang Akbar menyatakan, pihaknya telah "memintai keterangan keluarga korban, warga, dan terduga pelaku,”.

"Jadi berdasar keterangan sejumlah saksi dan terutama pelaku, bahwa pelaku mengakui bahwa ia tega membunuh karena merasa jengkel dengan korban yang tidak bisa diatur dalam kehidupan sehari-harinya," ujar Gilang Akbar.

Insiden ini, mulanya diketahui oleh sang kakak, Tini (31), tak lama setelah dibunuh Lasi. Saat itu Tini bermaksud melihat adiknya karena curiga sang adik tidur dengan sangat tenang. Biasanya korban akan gelisah apabila belum meminum obat penenang.

Saat masuk ke kamar korban, Tini melihat adiknya tidur menggunakan selimut dan wajah tampak pucat. Tini juga melihat sang ibu yang berada di samping korban. Ia langsung membuka selimut korban dan kaget melihat lumuran darah.

"Tadinya saya berniat melihat adik, tidak biasanya tidur sebelum minum obat, tapi ini kok tenang. Saat masuk saya lihat adik saya diselimuti kain, ketika dibuka sudah dalam kondisi berdarah dan tidak bernyawa," jelas Tini, Jumat (27/12/2019).

Tini ketakutan melihat kondisi adiknya yang sudah tak bernyawa. Lantas ia keluar rumah mencari pertolongan ke tetangga. Peristiwa pembunuhan ini langsung dilaporkan ke kantor polisi terdekat.

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:GoNews Group, Warga Bertuah, Cendekia
wwwwww