Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
3 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
Nasional
4 jam yang lalu
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
3
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Hukum
4 jam yang lalu
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
4
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
2 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Soal Aamandemen, Syarief Hasan Apresiasi Masukan Rektor dan Dekan Universitas Hasanuddin

Soal Aamandemen, Syarief Hasan Apresiasi Masukan Rektor dan Dekan Universitas Hasanuddin
Selasa, 17 Desember 2019 13:11 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
MAKASSAR - Wakil Ketua MPR Syariefuddin Hasan sangat mengapresiasi antusiasme Rektor dan para dekan Universitas Hasanuddin (Unhas) saat membahas, mendiskusikan serta memberi masukan seputar amendemen terbatas UUD NRI Tahun 1945 dan GBHN.

Menurut Syarief Hasan sapaan akrabnya, Unhas adalah salah satu elemen masyarakat yang telah dikunjungi MPR untuk melakukan serap aspirasi terkait wacana amendemen terbatas dan GBHN yang merupakan bagian dari rekomendasi MPR Periode 2014-2019 kepada MPR Periode 2019-2024.

“Saya pikir, pembahasan tentang amendemen di kampus Unhas akan berlangsung pasif tetapi ternyata berjalan sangat aktif. Rektor dan para dekan Unhas betul-betul sangat memahami wacana amendemen yang telah menjadi pembahasan hangat secara nasional ini. Saya sampai hampir habis satu buku, menulis berbagai tanggapan dan masukan dari akademisi Unhas," katanya.

Hal tersebut dikatakan politikus Partai Demokrat ini, di sela-sela acara 'Serap Aspirasi terkait Amendemen UUD dan GBHN' dengan akademisi Unhas, di Lounge Rektorat Unhas, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (16/12/2019). Hadir dalam acara tersebut Rektor Unhas Prof. Dr. Dwia A. Tina Palubuhu dan para dekan.

Masukan intelektual dan ilmiah dari para akademisi berbagai perguruan tinggi di Indonesia seperti Unhas, lanjut Syarief, terkait wacana penting bangsa tersebut sangat dibutuhkan MPR.

“Masukan tersebut akan memperkaya materi dari berbagai elemen masyarakat, untuk kemudian dikaji secara mendalam di MPR," imbuhnya.

Menyikapi tentang amendemen terbatas dan GBHN sendiri, Rektor Unhas Prof. Dr. Dwia A. Tina Palubuhu menyampaikan beberapa pokok-pokok pikiran. Pertama, amendemen terbatas yakni munculnya GBHN sebagai haluan negara sangat penting. Sebab, Indonesia butuh satu panduan kolektif untuk kontinuitas pembangunan negara.

Kedua, munculnya GBHN akan menghilangkan ketidaksinkronan antara UU dengan pelaksanaannya dan menghindari saling tumpang tindih antar UU. GBHN sebagai panduan yang mengikat untuk mencapai tujuan besar bangsa, akan menjadikan UU serta berbagai kebijakan pusat dan daerah menjadi fokus terarah.

"Maka dari itulah, kami harap wacana amendemen terbatas cukup soal GBHN saja dan jangan melebar kemana-mana. Fokus saja disitu," tambahnya.

Kepada Syarief Hasan, Prof. Dwia menjanjikan semua pokok-pokok pikiran akademisi Unhas terkait amendemen dan GBHN secara lengkap, akan dirumuskan dalam bentuk naskah ilmiah resmi, yang secepatnya diserahkan kepada MPR untuk menjadi bahan kajian.

Dalam kesempatan itu, Prof. Dwia juga mengungkapkan bahwa pantingnya amendemen terbatas terkait GBHN juga dibahas di Forum Rektor Indonesia. "Kebetulan tahun lalu, saya adalah Ketua Forum Rektor Indonesia. Di sana, memang muncul dan dibahas tentang pentingnya amendemen walaupun sifatnya terbatas terutama aspek keberadaan GBHN," ujarnya.***

wwwwww