Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
4 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
Nasional
4 jam yang lalu
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
3
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Hukum
4 jam yang lalu
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
4
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
2 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Kabinet Jokowi Jilid II Final, 2 Orang Muda

Kabinet Jokowi Jilid II Final, 2 Orang Muda
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo alias Jokowi (Foto: republika)
Rabu, 14 Agustus 2019 16:38 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Presiden RI Joko Widodo mengungkapkan, dirinya akan segera mengumumkan kabinet keduanya-periode 2019-2024, segera. 2 orang, disebut Jokowi berasal dari kaum muda.

Dalam pertemuan dengan sejumlah Pimpinan Redaksi Media-media Nasional di Istana Negara, Rabu (14/08/2019), Jokowi mengatakan ada seorang menteri berusia di bawah 30 tahun dan satu menteri berusia 30-40 tahun.

"Mereka berasal dari profesional, bukan partai. Punya pengalaman manajerial yang kuat," kata Jokowi.

Jokowi melanjutkan, menteri usia muda ini akan duduk di kementerian yang lama, bukan yang baru. Jumlah kementerian sendiri masih berjumlah 34 Kementerian, namun dari jumlah itu, ada 2 kementerian yang diperbarui namanya.

"Kementerian Investasi. Ini diperlukan guna lebih fokus menarik investasi asing. Satu lagi, Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Internasional," katanya.

Secara komposisi antara menteri asal partai politik (Parpol) dan menteri yang berasal dari kalangan Profesional (non parpol), Presiden menjelaskan, Parpol mendapat porsi 45% sementara Profesional non Parpol diberi porsi 55% di kabinet Jokowi jilid II nanti.

Komposisi kabinet yang didominasi kalangan non Parpol ini, disadari Presiden berpotensi memicu kegaduhan di internal parpol koalisi. Tapi Presiden berkelakar, "Ya gaduh, ya perlu, asal untuk membenahi. Kita butuh yang ngeyel,".***

wwwwww