Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sisir Empat Kelab Malam Pekanbaru, Satpol PP Riau Periksa Ketat Izin Usaha dan Pengunjung
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Sisir Empat Kelab Malam Pekanbaru, Satpol PP Riau Periksa Ketat Izin Usaha dan Pengunjung
2
Susuri Gang Samping BRI Sukaramai Pekanbaru, Polisi Amankan Pria dan Wanita Positif Narkoba
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Susuri Gang Samping BRI Sukaramai Pekanbaru, Polisi Amankan Pria dan Wanita Positif Narkoba
3
Pendiri Pekanbaru Marhum Pekan Resmi Terima Gelar Pahlawan Nasional
Kabar Bertuah
50 menit yang lalu
Pendiri Pekanbaru Marhum Pekan Resmi Terima Gelar Pahlawan Nasional
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Pantau Karhutla Riau, Panglima TNI, Kapolri dan Rombongan Besok Mendarat di Langgam

Pantau Karhutla Riau, Panglima TNI, Kapolri dan Rombongan Besok Mendarat di Langgam
Panglima TNI dan rombongan saat mendarat di Pekanbaru. (Ganda)
Senin, 12 Agustus 2019 20:59 WIB
Penulis: Rizky Ganda Sitinjak
PEKANBARU - Setelah bermalam di Kota Pekanbaru, besok siang, rombongan Kapolri, Panglima TNI, Menteri KLHK dan Kepala BNPB, diagendakan bakal menyambangi Langgam, Pelalawan Riau.

Kepastian tersebut diungkapkan Panglima TNI, Hadi Tjahjanto, usai mendengar pemaparan dari Gubernur Riau, Syamsuar dan Kepala BMKG Riau, terkait dengan kebakaran lahan dan hutan (Karhutla)."InsyaAllah selama dua jam kita akan ke lokasi, kemudian kita akan mendarat ke Langgam. Kita upayakan dalam beberapa minggu ini kebakaran bisa teratasi," ujarnya.

Menutup sesi wawancara, Panglima TNI juga menegaskan, akan kembali mengirim pasukan dari Kostrad, guna membantu pemadaman sekaligus membantu pihak kepolisian dalam penegakan hukum.

"Intinya kita bekejasama dengan Polri, akan mengusut dan mencari para pelanggar hukum. Jika kedapatan di lokasi kita akan langsung tangkap dan memprosesnya," ujarnya.

Panglima TNI juga menjelaskan, kemungkinan untuk membuat hujan buatan, menjadi solusi dalam mengatasi kebakaran lahan di Riau.

"Curah hujan akan kita kelola, kemungkinan ada potensi pembuatan modifikasi cuaca hujan pada bulan awal oktober," tandasnya.

Artinya kata Panglima, saat ini masih diupayakan pemadaman dengan berbagai alat manual dan menggunakan water bombing.

"Jadi sambil menunggu Oktober, kita masih melakukan pemadaman dengan pengeboman air. Tapi kita ada sedikit kendala, karena lokasi kebakaran dan pengambilan air itu cukup jauh, jadi kita upayakan juga pengeboman air dengan menggunakan pesawat hercules," tegasnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Warga Bertuah, Balai Kota, Parlemen
wwwwww