Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Putusan MA Anulir Suket Gibran Rakabuming, Publik Soroti Ancaman Pemakzulan Wapres
Nasional
11 jam yang lalu
Putusan MA Anulir Suket Gibran Rakabuming, Publik Soroti Ancaman Pemakzulan Wapres
2
Sasar Sarang Narkoba, Tim Gabungan Polresta Pekanbaru Jaring Empat Pengunjung Kelab Malam
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Sasar Sarang Narkoba, Tim Gabungan Polresta Pekanbaru Jaring Empat Pengunjung Kelab Malam
3
Tumpukan Sampah Jadi Biang Kerok Meluapnya Drainase di Ruas Jalan Pekanbaru
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Tumpukan Sampah Jadi Biang Kerok Meluapnya Drainase di Ruas Jalan Pekanbaru
4
Drama Epic Comeback, Tandukan Pramudya dan Penalti Gamaroni Bawa PSPS Pekanbaru Tekuk PSGC 2-1
Sepakbola
4 jam yang lalu
Drama Epic Comeback, Tandukan Pramudya dan Penalti Gamaroni Bawa PSPS Pekanbaru Tekuk PSGC 2-1
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Jelang Pengumuman MK, Rupiah Naik Segan Turun Tak Mau

Jelang Pengumuman MK, Rupiah Naik Segan Turun Tak Mau
Ilustrasi. (Net)
Kamis, 27 Juni 2019 12:54 WIB
JAKARTA - Rupiah bergerak di antara penguatan dan pelemahan melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (27/6/19) akibat isu politik yang menjadi bumbu utama pergerakannya hari ini.

Dari dalam negeri Mahkamah Konstitusi (MK) akan mengumumkan hasil sidang sengketa Pilpres 2019, sementara dari luar negeri pasar bersiap mengamati Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20. Pada pukul 11:50 WIB, rupiah diperdagangkan di level Rp 14.170, berdasarkan data dari investing.com.

MK hari ini akan memutuskan apakah akan memperkuat hasil perhitungan suara Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang memenangkan capres-cawapres Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin atau mengabulkan mengabulkan permohonan pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno.

Investor akan lebih tenang jika MK memperkuat keputusan KPU, arah kebijakan ekonomi Indonesia masih akan sama jika Jokowi melanjut pemerintahannya.

Sebaliknya pasar kemungkinan akan bergejolak jika permohonan Prabowo-Sandi, terutama jika yang diloloskan adalah poin diskualifikasi Jokowi-Amin karena tudingan kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif (TSM).

Sementara itu KTT G20 yang akan berlangsung pada 28-29 Juni di Tokyo Jepang. Pertemuan Presiden AS Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping akan menjadi sorotan utama terkait perang dagang kedua negara.

Pada Rabu kemarin, Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin kepada CNBC International mengatakan kesepakatan dagang dengan China sudah "sekitar 90%" sudah selesai. Pernyataan Mnuchin memunculkan harapan akan damai dagang segera terjadi.

Namun, kemudian muncul penjelasan bahwa pernyataan tersebut merujuk pada kejadian di awal Mei lalu sebelum perundingan dagang AS-China berujung kegagalan dan Presiden Trump kembali menaikkan bea impor produk China.

Analisis Teknikal

Melihat grafik harian, rupiah yang disimbolkan dengan USD/IDR kini berada di atas rerata pergerakan (Moving Average/MA) 5 hari (garis biru) dan masih di bawah MA20 /rerata 20 hari (garis merah).

Indikator rerata pergerakan konvergen dan devergen (MACD) masih di wilayah negatif yang memberikan gambaran sentimen bearish atau pelemahan dolar AS untuk jangka menengah.

Pada time frame 1 jam, belum ada perubahan target level-level resisten (tahanan atas) maupun support (tahanan bawah). Rupiah berada di antara MA 5 (rerata pergerakan 5 jam/garis biru) dan MA 20 (rerata pergerakan 20 jam/garis merah). Indikator Stochastic bergerak turun namun masih berada di wilayah jenuh beli (overbought).

Resisten berada di kisaran Rp 14.180, selama tertahan di bawah level tersebut USD/IDR berpeluang turun (rupiah menguat) ke support Rp 14.152. Support selanjutnya berada di kisaran Rp 14.115. Sementara jika resisten ditembus, rupiah berpeluang melemah ke area Rp 14.205.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:CNBCIndonesia.com
Kategori:GoNews Group, Kabar Bertuah, Warga Bertuah, Pasar & Niaga, Balai Kota
wwwwww