Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
12 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
11 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
3
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
4
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
10 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
5
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Hukum
12 jam yang lalu
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
6
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
Nasional
12 jam yang lalu
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Bamsoet Dorong Bawaslu Penuhi Kebutuhan TPS akan Pengawas

Bamsoet Dorong Bawaslu Penuhi Kebutuhan TPS akan Pengawas
Ilustrasi.
Jum'at, 12 April 2019 19:25 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfikar
JAKARTA - Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo alias Bamsoet mendorong Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI untuk dapat memastikan seluruh TPS memiliki personel pengawasan yang lengkap.

"(Bawaslu bisa, red) meminta kepada seluruh Partai Politik (Parpol) agar dapat menugaskan pengawasnya di TPS-TPS, terutama di TPS yang belum atau minim jumlah pengawasnya," kata Bamsoet dalam rilisnya, Jumat (12/02/2019).

Pernyataan Bamsoet ini, menyusul masih kurangnya jumlah pengawas TPS di Papua dan Papua Barat. Setidaknya, begitu kata Bamsoet.

Terpisah, Bawaslu RI juga mengungkap kurangnya jumlah personel pengawas pemilu, tapi bukan soal Papua dan Papua Barat.

"Memang potensi kerawanan yang kita identifikasi yang paling susah dijangkau oleh jumlah pengawas yang terbatas, surat suara dengan pos," kata Komisioner Bawaslu, Muhammad Afifudin, Jumat (12/04/2019) saat menanggapi persoalan temuan diduga surat suara Pemilu RI di Malaysia yang sudah tercoblos.

Perhatian Bamsoet soal pengawasan Pemilu di Papua dan Papia Barat, bisa jadi tak lepas dari tingginya tingkat kerawanan di dua provinsi itu.

Jika berdasar pada Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) yang dirilis Bawaslu RI pada Selasa (09/04/2019) lalu, Papua adalah provinsi dengan skor IKP paling tinggi dengan skor 55,08 yang tersebar di 29 kabupaten/kotanya.

Disusul oleh Aceh (50,27), Sumatera Barat (51,72), Kepulauan Riau (50,12), Jambi (50,17), Bengkulu (50,37), Banten (51,25), Jawa Barat (52,11), dan Jawa Tengah (51,14). ***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:GoNews Group, Warga Bertuah, Balai Kota, Parlemen
wwwwww