Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Putusan MA Anulir Suket Gibran Rakabuming, Publik Soroti Ancaman Pemakzulan Wapres
Nasional
11 jam yang lalu
Putusan MA Anulir Suket Gibran Rakabuming, Publik Soroti Ancaman Pemakzulan Wapres
2
Sasar Sarang Narkoba, Tim Gabungan Polresta Pekanbaru Jaring Empat Pengunjung Kelab Malam
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Sasar Sarang Narkoba, Tim Gabungan Polresta Pekanbaru Jaring Empat Pengunjung Kelab Malam
3
Tumpukan Sampah Jadi Biang Kerok Meluapnya Drainase di Ruas Jalan Pekanbaru
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Tumpukan Sampah Jadi Biang Kerok Meluapnya Drainase di Ruas Jalan Pekanbaru
4
Drama Epic Comeback, Tandukan Pramudya dan Penalti Gamaroni Bawa PSPS Pekanbaru Tekuk PSGC 2-1
Sepakbola
3 jam yang lalu
Drama Epic Comeback, Tandukan Pramudya dan Penalti Gamaroni Bawa PSPS Pekanbaru Tekuk PSGC 2-1
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Zulkifli Hasan: Pancasila Itu Mempersatukan, Bukan Memisahkan

Zulkifli Hasan: Pancasila Itu Mempersatukan, Bukan Memisahkan
Jum'at, 01 Juni 2018 18:23 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Bagi Ketua MPR Zulkifli Hasan Pancasila adalah perilaku yang mempersatukan, bukan justru memisahkan sesama anak bangsa.

Demikian disampaikan Zulkifli Hasan saat memperingati Hari Lahir Pancasila bersama Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IARMI), Gedung Nusantara V, Komplek Parlemen, Jakarta, 1 Juni 2018.

Dikatakan oleh Zulkifli Hasan, para pendiri bangsa yang terhimpun dalam BPUPKI maupun PPKI mampu meletakan dasar-dasar negara yang kokoh.

"Meski para pendiri bangsa berasal dari berbagai organisasi dan golongan namun mereka bisa melahirkan Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika," tandasnya.

Pria asal Lampung itu mengatakan Pancasila adalah sumber dari segala sumber sendi kehidupan bangsa Indonesia. "Pancasila adalah perekat bangsa, bukan alat untuk mengkotak-kotakan," tegas Zulkifli Hasan.

Sila-sila yang ada disebut harus menjiwai seluruh bangsa. Diakui saat ini banyak kejadian atau peristiwa yang jauh dari nilai-nilai Pancasila.

"Sekarang orang tak lagi bermusyawarah, maunya menang-menang," ungkapnya.

Hal demikian bisa terjadi karena terjadi pengingkaran terhadap Demokrasi Pancasila. Saat ini diakui yang berkembang malah demokrasi transaksional. "Demokrasi transaksional membikin gaduh. Hal demikian harus diubah," tambahnya.

Zulkifli Hasan juga mengharapkan, agar ke depan demokrasi di Indonesia terus berkembang dengan baik. "Tak lagi pakai uang dalam berpolitik," paparnya.

Saat ini disebut, dalam berpolitik, sedikit-dikit menggunakan uang. "Padahal Pancasila mengedepankan nilai-nilai," tegasnya.

Akibat mengedepankan uang maka jabatan politik dianggap sebagai jalan pintas untuk mencari uang. "Dari sini lahirlah korupsi, kolusi, dan nepotisme," ucapnya.

Zulkifli Hasan yakin bila bangsa ini kembali ke Pancasila, membuat bangsa ini menjadi bangsa yang besar dan dihargai oleh bangsa lain. "Inilah cita-cita pendiri bangsa," ungkapnya.

Di hadapan ratusan anggota IARMI dan Menwa Jayakarta, Zulkifli Hasan mengajak kepada mereka, di tahun politik ini IARMI dan Menwa harus menjadi pelopor persatuan dan kesatuan.

"Kalau merah putih terkoyak, kalian yang harus menjahitnya," tegasnya.

Bagi Zulkifli Hasan, perbedaan, warna-warni, itu dijamin oleh UUD NRI Tahun 1945. "Yang tak boleh kita berantem karena merah putih kita sama," paparnya.***

wwwwww