Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Putusan MA Anulir Suket Gibran Rakabuming, Publik Soroti Ancaman Pemakzulan Wapres
Nasional
10 jam yang lalu
Putusan MA Anulir Suket Gibran Rakabuming, Publik Soroti Ancaman Pemakzulan Wapres
2
Sasar Sarang Narkoba, Tim Gabungan Polresta Pekanbaru Jaring Empat Pengunjung Kelab Malam
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Sasar Sarang Narkoba, Tim Gabungan Polresta Pekanbaru Jaring Empat Pengunjung Kelab Malam
3
Tumpukan Sampah Jadi Biang Kerok Meluapnya Drainase di Ruas Jalan Pekanbaru
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Tumpukan Sampah Jadi Biang Kerok Meluapnya Drainase di Ruas Jalan Pekanbaru
4
Drama Epic Comeback, Tandukan Pramudya dan Penalti Gamaroni Bawa PSPS Pekanbaru Tekuk PSGC 2-1
Sepakbola
3 jam yang lalu
Drama Epic Comeback, Tandukan Pramudya dan Penalti Gamaroni Bawa PSPS Pekanbaru Tekuk PSGC 2-1
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Radikalisme di Kampus, Cak Imin Minta Rektor 'Kuasai' Masjid

Radikalisme di Kampus, Cak Imin Minta Rektor Kuasai Masjid
Jum'at, 01 Juni 2018 18:10 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
KUNINGAN - Menyikapi rilis Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) soal radikalisme di lingkungan kampus, Wakil Ketua MPR RI Muhaimin Iskandar mengimbau para rektor mengambil alih masjid dan mushola.

Hanya dengan cara itu, kata Muhaimin alias Cak Imin, perguruan tinggi dapat menghilangkan virus-virus radikalisme yang menyusup di tubuh mahasiswa dan dosen.

"Sekarang pembinaan saja, terutama di kampus-kampus itu mushollanya harus dilakukan dialog oleh rektor," kata Cak Imin di Kuningan, Jawa Barat, pada Kamis (31/5).

Cak Imin mengatakan, sebagai upaya pembinaan, rektor disarankan menggunakan metode tarekat selama enam bulan berturut-turut, untuk menyembuhkan para dosen atau mahasiswa yang terkena virus radikal.

Cara itu dinilai cukup ampuh, karena sudah puluhan tahun dipraktikkan oleh Nahdlatul Ulama (NU) dalam menata batin yang sedang sakit.

"Tarekat itu salah satu otonom NU yang bergerak di bidang zikir, wirid, olah jiwa batin. Hanya itu, saya minta semua musholla itu diserahkan kepada tarekat," pintanya.

Sebelumnya BNPT merilis sejumlah perguruan tinggi negeri yang dicurigai sebagai tempat persemaian bibit radikalisme. Di antaranya Universitas Indonesia (UI), Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Diponegoro (Undip).

"PTN dan PTS yang banyak kena itu di fakultas eksakta dan kedokteran," terang Direktur Penanggulangan BNPT Brigjen Pol Hamli.***

wwwwww