Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
3 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
Nasional
4 jam yang lalu
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
3
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Hukum
4 jam yang lalu
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
4
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
2 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Jelang Tahun Politik, Zulkifli Hasan: Pilih Pemimpin yang Amanah

Jelang Tahun Politik, Zulkifli Hasan: Pilih Pemimpin yang Amanah
Senin, 28 Mei 2018 22:40 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Menghadapi tahun politik, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mengingatkan bangsa yang maju tergantung siapa yang ngurus. Buktinya Singapura bisa maju, karena pemimpinnya baik, padahal Singapura tidak memiliki kekayaan alam.

"Karena itu kita harus pilih calon pemimpin yang amanah, bukan hanya jujur. Bukan hanya tidak nyatut tapi juga memberikan yang terbaik," kata Zulkifli Hasan menambahkan.

Pernyataan itu disampaikan Ketua MPR saat memberikan tausiyah pada pengajian Ramadhan. Acara tersebut berlangsung di Muhammadiyah Islamic Center, jalan Cilengsar No. 10, Sindanglaya, Cipanas, Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Senin (28/5).

Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum, jika kaum itu tidak merubah nasibnya sendiri. Karena itu, manusia harus memulainya dengan jalan memilih pemimpin yang baik.

"Dulu, masjid Nabawi itu kecil tapi bisa menjadi pusat perkembangan Islam sehingga mengalahkan Roma dan Persia. Bahkan, setelah itu Islam sangat superior hingga 700 tahun lamanya. Itu terjadi karena para ulama mampu menguasai ilmu, ekonomi dan politik," kata Zulkifli lagi.

Karena itu, para ulama harus kembali menguasai ekonomi, politik dan pengetahuan, agar bisa kembali jaya seperti dahulu.

"Jangan mau lagi dipisahkan, ulama hanya boleh mengurusi pengajian, tidak boleh mengurusi ekonomi, politik dan oengetahuan," kata Ketua MPR menambahkan.***

wwwwww