Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
23 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
22 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
3
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
4
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
21 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
5
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
Balai Kota
19 jam yang lalu
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
6
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Hukum
23 jam yang lalu
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Home  /  Berita  /  GoNews Group
Diskusi Publik Forum Jurnalis Muslim

Ketua GNPF Ulama Analogikan Aksi Terorisme dengan Balapan Liar

Ketua GNPF Ulama Analogikan Aksi Terorisme dengan Balapan Liar
Minggu, 20 Mei 2018 20:27 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Ustaz Yusuf Muhammad Martak menganalogikan teror bom yang marak terjadi dengan balapan liar sepeda motor anak-anak muda.

Dalam kasus teror bom ini, saya berpandangan dari kacamata orangtua. Perbuatan teroris sama seperti halnya balapan liar anak-anak muda. Para teroris itu seperti ingin tampil beda, sama halnya dengan anak-anak muda yang melakukan balapan motor liar," ungkap Ustadz Yusuf dalam diskusi The Newsmaker Forum bertajuk Mengurai Benang Kusut Terorisme yang digelar Forum Jurnalis Muslim (Forjim) di Jalan Juanda, Jakarta Pusat, Sabtu (19/5/2018).

Lebih ekstrem lagi, tak puas hanya sekadar adu ngebut, balapan liar anak-anak muda juga melakukan aksi mirip adu banteng.

"Jadi ada itu anak-anak muda ini tak hanya sekadar tampil beda, tapi juga ingin tampil nekad. Maka dilakukanlah balapan dua arah, satu motor berhadapan dengan satu motor. Jadi kalau salah ngambil keputusan ambil jalur kanan atau kiri, maka akan merenggut nyawa. Begitu juga dengan teroris," jelas Ustadz Yusuf.

Dilanjutkan Ustaz Yusuf, disaat bersamaan hampir seluruh instansi mendorong pemerintah menerbitkan Peraturan Pengganti Perundang-Undangan (Perppu) Terorisme. Padahal, kata dia, pembahasan revisi UU Terorisme tinggal menunggu redaksi definisi teroris dari pemerintah.

"Selama 63 tahun, saya baru mendengar bom meledak bersamaan dalam waktu serentak di tiga Gereja. Lantas, dimana fungsi Intelijen, BAIS dan BIN? Kalau Perppu ini digunakan untuk pelaku (teroris) yang masih hidup, maka jelaskan dulu definisinya," tegasnya.***

wwwwww