Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Putusan MA Anulir Suket Gibran Rakabuming, Publik Soroti Ancaman Pemakzulan Wapres
Nasional
17 jam yang lalu
Putusan MA Anulir Suket Gibran Rakabuming, Publik Soroti Ancaman Pemakzulan Wapres
2
Drama Epic Comeback, Tandukan Pramudya dan Penalti Gamaroni Bawa PSPS Pekanbaru Tekuk PSGC 2-1
Sepakbola
9 jam yang lalu
Drama Epic Comeback, Tandukan Pramudya dan Penalti Gamaroni Bawa PSPS Pekanbaru Tekuk PSGC 2-1
3
Sasar Sarang Narkoba, Tim Gabungan Polresta Pekanbaru Jaring Empat Pengunjung Kelab Malam
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Sasar Sarang Narkoba, Tim Gabungan Polresta Pekanbaru Jaring Empat Pengunjung Kelab Malam
4
Tumpukan Sampah Jadi Biang Kerok Meluapnya Drainase di Ruas Jalan Pekanbaru
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Tumpukan Sampah Jadi Biang Kerok Meluapnya Drainase di Ruas Jalan Pekanbaru
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Cuma Gara-gara Tidak Bawa Tanah Subur, Murid SD Ini Disuruh Jilat WC

Cuma Gara-gara Tidak Bawa Tanah Subur, Murid SD Ini Disuruh Jilat WC
Rabu, 14 Maret 2018 14:41 WIB
Penulis: Putra

SERGAI – Dinas Pendidikan Sergai kembali tercoreng akibat ulah Repinna Marpaung guru kelas 4 SD Negeri 104302 di Desa Cempedak Lobang, Kecamatan Sei Rampah, Sergai memaksa muridnya Wahyu untuk menjilati wc.

Peristiwa itu, Jumat (9/3) lalu ketika Repinna minta seluruh murid kelas 4 untuk membawa tanah subur ke sekolah. Namun Wahyu tidak membawa tanah subur sesuai dengan permintaan sang guru.

Akibatnya, Wahyu disuruh untuk menjilati air dalam wc berada di kamar mandi sekolah tersebut. Wahyu sempat muntah akibat beberapa kali menjilati air dalam wc. Hal itu dibenarkan Wahyu kepada GoSumut.

“Aku nggak bawa tanah subur jadi diminta pilih bawa nasi goreng apa jilati wc. Aku minta jilat wc.

Dikatakannya, setelah itu dia dipaksa Repinna untuk menjilati air dalam wc beberapa kali. Karena tidak tahan akhirnya Wahyu sempat muntah.

“Gak tahan baunya, aku muntah,” bilang Wahyu.

Kasek SD Negeri 104302 tidak berhasil ditemui. Beberapa guru mengatakan, Kasek mereka sedang menghadiri rapat di kantor Dinas Pendidikan.

“Kepala sekolah nggak ada sejak pagi, rapat di kantor dinas,” kilah seorang guru disana. ***

wwwwww