Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Putusan MA Anulir Suket Gibran Rakabuming, Publik Soroti Ancaman Pemakzulan Wapres
Nasional
9 jam yang lalu
Putusan MA Anulir Suket Gibran Rakabuming, Publik Soroti Ancaman Pemakzulan Wapres
2
Sasar Sarang Narkoba, Tim Gabungan Polresta Pekanbaru Jaring Empat Pengunjung Kelab Malam
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Sasar Sarang Narkoba, Tim Gabungan Polresta Pekanbaru Jaring Empat Pengunjung Kelab Malam
3
Tumpukan Sampah Jadi Biang Kerok Meluapnya Drainase di Ruas Jalan Pekanbaru
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Tumpukan Sampah Jadi Biang Kerok Meluapnya Drainase di Ruas Jalan Pekanbaru
4
Drama Epic Comeback, Tandukan Pramudya dan Penalti Gamaroni Bawa PSPS Pekanbaru Tekuk PSGC 2-1
Sepakbola
2 jam yang lalu
Drama Epic Comeback, Tandukan Pramudya dan Penalti Gamaroni Bawa PSPS Pekanbaru Tekuk PSGC 2-1
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Ketimpangan Ekonomi Tinggi, Ketua MPR Khawatir Makin Banyak yang Kehilangan Tanah

Ketimpangan Ekonomi Tinggi, Ketua MPR Khawatir Makin Banyak yang Kehilangan Tanah
Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan. (dok. GoNews.co)
Selasa, 06 Maret 2018 11:42 WIB
BANYUASIN - Ketua MPR Zulkifli Hasan menyoroti persoalan ketimpangan ekonomi di Indonesia yang masih sangat serius.

Pasalnya, ketimpangan ekonomi di Indonesia makin menyeret masyarakat di daerah menjadi buruh kasar.

"Ekonomi kita memang tumbuh, tapi ketimpangan makin tinggi. Rakyat di pelosok daerah makin tidak punya kekuatan melawan tekanan pemodal dan terpaksa menjadi penonton atau bahkan tersingkirkan," ujar Zulkifli Hasan saat acara Dialog Kebangsaan di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan (5/3).

Ia mencontohkan, saat ini kepemilikan tanah di Indonesia begitu timpang. Satu persen orang bisa menguasai 70 persen lahan dalam bentuk konsesi lahan perkebunan dan tambang.

"Di Banyuasin juga, 70 persen lahan juga bukan milik warga sini lagi. Bayangkan berapa tanah yang nanti bisa kita wariskan pada generasi penerus jika tren ini terus berlanjut,” kata Zulkifli

Sebagai Ketua MPR, Zulkifli ingin mengajak pemerintah untuk duduk bersama kembali, membahas persoalan ketimpangan yang semakin serius ini.

Sebagaimana diketahui, persoalan ketimpangan ekonomi masih menghantui Indonesia dalam kurun dua dekade terakhir.

Pada Februari 2017 lalu, Oxfam Indonesia dan International NGO Forum on Indonesia Development (lNFlD) dalam laporannya yang berjudul "Menuju Indonesia yang Lebih Setara" telah mencatat peringkat ketimpangan ekonomi Indonesia berada di posisi enam terburuk di dunia. ***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:GoNews Group, Kabar Bertuah, Balai Kota, Parlemen
wwwwww