Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Putusan MA Anulir Suket Gibran Rakabuming, Publik Soroti Ancaman Pemakzulan Wapres
Nasional
9 jam yang lalu
Putusan MA Anulir Suket Gibran Rakabuming, Publik Soroti Ancaman Pemakzulan Wapres
2
Sasar Sarang Narkoba, Tim Gabungan Polresta Pekanbaru Jaring Empat Pengunjung Kelab Malam
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Sasar Sarang Narkoba, Tim Gabungan Polresta Pekanbaru Jaring Empat Pengunjung Kelab Malam
3
Tumpukan Sampah Jadi Biang Kerok Meluapnya Drainase di Ruas Jalan Pekanbaru
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Tumpukan Sampah Jadi Biang Kerok Meluapnya Drainase di Ruas Jalan Pekanbaru
4
Drama Epic Comeback, Tandukan Pramudya dan Penalti Gamaroni Bawa PSPS Pekanbaru Tekuk PSGC 2-1
Sepakbola
2 jam yang lalu
Drama Epic Comeback, Tandukan Pramudya dan Penalti Gamaroni Bawa PSPS Pekanbaru Tekuk PSGC 2-1
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Giliran IAIN Bukittinggi Larang Pengunaan Cadar

Giliran IAIN Bukittinggi Larang Pengunaan Cadar
Selasa, 06 Maret 2018 13:07 WIB
BUKITTINGGI - Belum reda kontroversi aturan larangan cadar di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, larangan serupa juga didapati di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sjech M. Djamil Djambek atau yang dikenal IAIN Bukittinggi, Sumatera Barat.

Pihak IAIN Bukittinggi bahkan mengkategorikan cadar sebagai salah-satu pelanggaran kode etik berpakaian.

Dalam surat edaran tertanggal 20 Februari 2018, Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Dr. Nunu Burhanuddin menyatakan bahwa bagi mahasiswi dilarang untuk mengenakan cadar, masker dan penutup wajah. ''Bagi yang tidak mematuhi tidak diberikan pelayanan akademik,'' ungkapnya.

Seorang mahasiswi IAIN Bukittinggi yang enggan disebut namanya membenarkan surat tersebut. Ia mengaku sering mendapatkan tekanan dari pihak kampus lantaran menggunakan cadar.

''Kami dipanggil sama bapak Dekan karena memakai cadar. Setelah berbincang, akhirnya ada kesepakatan memakai masker saja. Tapi setelah itu, malah dapat kabar kalau ada dosen yang memakai cadar juga dikasih surat teguran dan disidang. Sekarang beliau dinonaktifkan,'' ujar mahasiswi kepada Kiblat.net pada Selasa (13/03)

Kebijakan itu tak hanya berimbas ke mahasiswi saja. Salah seorang tenaga pengajar atau dosen di perguruan tinggi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi bernama Nur Hayati Syafitri turut dinonaktifkan pihak kampus karena bercadar.

''Kampus menonaktifkan dosen tanpa surat resmi. Ia tidak boleh mengajar dan tidak boleh melakukan kegiatan akademik,'' tandasnya.

Berdasarkan keterangannya, di IAIN Bukittinggi setidaknya terdapat 12 mahasiswi bercadar. Dua mahasiswi semester enam, dua lagi semester dua dan selebihnya menginjak semester empat. ***

Artikel ini juga sudah dimuat eramuslim.com dengan judul Sekarang Giliran IAIN Bukittinggi Larang Mahasiswa Gunakan Cadar. https://www.eramuslim.com/berita/nasional/setelah-yogyakarta-giliran-iain-bukittinggi-larang-mahasiswi-gunakan-cadar.htm#.WqfCte_5GnY

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:eramuslim.com
Kategori:Lima Puluh, Binawidya, GoNews Group, Warga Bertuah, Kabar Bertuah
wwwwww