Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Putusan MA Anulir Suket Gibran Rakabuming, Publik Soroti Ancaman Pemakzulan Wapres
Nasional
11 jam yang lalu
Putusan MA Anulir Suket Gibran Rakabuming, Publik Soroti Ancaman Pemakzulan Wapres
2
Sasar Sarang Narkoba, Tim Gabungan Polresta Pekanbaru Jaring Empat Pengunjung Kelab Malam
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Sasar Sarang Narkoba, Tim Gabungan Polresta Pekanbaru Jaring Empat Pengunjung Kelab Malam
3
Tumpukan Sampah Jadi Biang Kerok Meluapnya Drainase di Ruas Jalan Pekanbaru
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Tumpukan Sampah Jadi Biang Kerok Meluapnya Drainase di Ruas Jalan Pekanbaru
4
Drama Epic Comeback, Tandukan Pramudya dan Penalti Gamaroni Bawa PSPS Pekanbaru Tekuk PSGC 2-1
Sepakbola
3 jam yang lalu
Drama Epic Comeback, Tandukan Pramudya dan Penalti Gamaroni Bawa PSPS Pekanbaru Tekuk PSGC 2-1
Home  /  Berita  /  Kabar Bertuah

Di Perairan Sumbar Diperkirakan Masih Ada 30 Ribu Ekor Penyu

Di Perairan Sumbar Diperkirakan Masih Ada 30 Ribu Ekor Penyu
Senin, 05 Maret 2018 18:09 WIB
PADANG - Jumlah penyu di perairan Sumatera Barat diperkirakaan hingga kini mencapai 30.000 ekor. Hal itu diungkapkan peneliti penyu dari Universitas Bung Hatta Padang Harfiandi Damanhuri.

"Penyu yang mendominasi adalah jenis lekang, sisik, dan hijau yang lebih banyak terdapat di perairan Kepulauan Mentawai," katanya di Padang, Senin. Ia mengatakan penyu dewasa berumur 20 hingga 30 tahun dan dapat hidup mencapai umur 100 tahun.

Populasi penyu di daerah itu, ujarnya, saat ini telah menunjukkan indikator kenaikan jika dibandingkan tahun sebelumnya, hal itu terlihat dari jumlah penyu yang merapat ke pantai, baik itu untuk bertelur maupun sekadar singgah.

Sementara, untuk populasi tukik (anak penyu) yang dilepas ke pantai oleh beberapa pusat konservasi seperti di Kota Pariaman, Padang, Kabupaten Pesisir Selatan, dan Agam diperkirakan hampir mendekati 100 ribu ekor.

Ia menjelaskan, penyu memiliki tiga sifat yang tidak dimiliki oleh biota laut yang lain, yaitu memiliki kemampuan merekam di mana ditetaskan seperti informasi terkait struktur pasir, kelembapan, suhu, dan pencahayaan.

Kemudian, kemampuan kembali ke lokasi kelahiran, walaupun sudah berlayar puluhan tahun dan kemampuan mengindentifikasi tanda-tanda lokasi seperti arus, gelombang, pencahayaan bulan, dan lainnya.

Untuk menjaga keseimbangan ekosistem laut, ujar dia, penyu perlu dilestarikan dengan selalu menjaga habitatnya, seperti menjaga kebersihan pantai dan tidak merusak terumbu karang.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit mengimbau masyarakat pesisir terus melestarikan dan menjaga keberlangsungan penyu sebagai salah satu hewan yang dilindungi undang-undang.

"Semua elemen masyarakat memiliki tugas untuk tetap menjaga dan melestarikan penyu, jika persoalan seperti perburuan telur penyu terus dilakukan ini merupakan sebuah persoalan besar ke depannya," kata dia.

Apalagi katanya, penyu sudah termasuk hewan yang langka sehingga perlu upaya sadar lingkungan oleh semua masyarakat terutama di daerah pesisir untuk menyelamatkannya. (ant)

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:republika.co.id
Kategori:Kabar Bertuah, Binawidya
wwwwww