Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Putusan MA Anulir Suket Gibran Rakabuming, Publik Soroti Ancaman Pemakzulan Wapres
Nasional
15 jam yang lalu
Putusan MA Anulir Suket Gibran Rakabuming, Publik Soroti Ancaman Pemakzulan Wapres
2
Sasar Sarang Narkoba, Tim Gabungan Polresta Pekanbaru Jaring Empat Pengunjung Kelab Malam
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Sasar Sarang Narkoba, Tim Gabungan Polresta Pekanbaru Jaring Empat Pengunjung Kelab Malam
3
Drama Epic Comeback, Tandukan Pramudya dan Penalti Gamaroni Bawa PSPS Pekanbaru Tekuk PSGC 2-1
Sepakbola
8 jam yang lalu
Drama Epic Comeback, Tandukan Pramudya dan Penalti Gamaroni Bawa PSPS Pekanbaru Tekuk PSGC 2-1
4
Tumpukan Sampah Jadi Biang Kerok Meluapnya Drainase di Ruas Jalan Pekanbaru
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Tumpukan Sampah Jadi Biang Kerok Meluapnya Drainase di Ruas Jalan Pekanbaru
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Soal Jemput Paksa Setya Novanto, Yorrys Raweyai: Tak Ada Alternatif Lain, Hukum Harus Ditegakkan

Soal Jemput Paksa Setya Novanto, Yorrys Raweyai: Tak Ada Alternatif Lain, Hukum Harus Ditegakkan
Istimewa.
Rabu, 15 November 2017 23:56 WIB
JAKARTA - Politisi Partai Golkar Yorrys Raweyai mengatakan, wajar saja jika Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjemput paksa Ketua DPR yang juga Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto.

Seperti diketahui, penyidik KPK Rabu (15/11/2017) malam mendatangi kediaman Setya Novanto bersama puluhan patugas keamanan dari Brimob.

Kedatangan mereka ke rumah orang nomor satu Golkar itu belum jelas tujuannya, namun dikabarkan Setya bakal dijemput paksa.

"KPK Sudah beberapa kali memanggilnya dan beliau tidak mengindahkan. Kalau mangkir terus maka tak ada jalan lain, hukum harus ditegakkan," ujar mantan Wasekjen Golkar yang dikenal bersebarangan dengan Setya Novanto, Rabu (15/11/2017) malam.

Mengenai masalah jemput paksa ini, Yorry mengakui bukan setuju atau tidak setuju, namun hal itu sudah sesuai dengan komitmen Presiden Joko Widodo dan dukungan Partai Golkar untuk memberantas korupsi harus ditegakkan.

"Partai Golkar dan Presiden Jokowi sudah mempunyai Pakta Integritas untuk menegakkan hukum," tegasnya.

Yorrys juga menyesalkan pengacara Setya Novanto yang menurutnya kurang paham dan membuat statemen-statemen yang mencederai hukum.

"Kalau dipanggil KPK ya mestinya datang untuk mengklarifikasi. Tetapi malah menolak datang, ini mencederai hukum dan merusak partai," ujarnya.

Yorrys mengakui dirinya juga beberapa kali dipanggil KPK dan ia mematuhinya untuk membantu KPK mengakkan hukum. ***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:tribunews
Kategori:GoNews Group, Warga Bertuah, Cendekia, Parlemen
wwwwww