Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
21 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
19 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
3
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
4
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
19 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
5
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
Balai Kota
16 jam yang lalu
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
6
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Hukum
21 jam yang lalu
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Waduh, Rektor UIN Surabaya Tak Izinkan Acara yang Dihadiri Khofifah

Waduh, Rektor UIN Surabaya Tak Izinkan Acara yang Dihadiri Khofifah
Khofifah Indar Parawansa di Pesantren Amanatul Ummah Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu, 5 November 2017.
Sabtu, 11 November 2017 22:14 WIB
SURABAYA - Acara talk show sekolah kader putri oleh Korps PMII Putri yang akan dihadiri Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Jawa Timur, pada Sabtu, 11 November 2017, terancam batal. Rektor UINSA, Abdul A'la, disebut-sebut tidak memberi izin acara itu digelar di kampusnya.

Khofifah diundang sebagai salah satu pembicara di acara yang bertema 'Perempuan sebagai Pahlawan Revolusioner Peradaban Jawa Timur'. Diundang pula, di antaranya, Sekretaris Gerindra Jatim, Anwar Sadad, dan anggota Fraksi Nasdem DPR RI, Hasan Aminuddin.

Kabar itu menyebar secara cepat di grup-grup WhatsApp warga Jatim, beberapa jam sebelum jadwal acara dimulai. Agak heboh karena Khofifah adalah salah satu bakal calon gubernur pada Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018. Beberapa pihak mengaitkan dengan pencalonan Ketua Umum Muslimat Nahdlatul Ulama itu.

Rektor UINSA Abdul A'la membenarkan soal tidak diizinkannya acara itu. Tetapi dia membantah alasan politik menjadi dasar kebijakan tersebut.

"Saya sedang di New Delhi sebagai speaker pada international conference, saya tidak tahu kalau ada acara itu," katanya seperti dikutip GoNews.co dari VIVA.co.id.

A'la mengaku baru diberitahu oleh pegawai Bagian Umum UINSA kalau ada mahasiswa yang mau meminjam ruangan. Kebetulan, pada hari ini UINSA masuk dalam kawasan pemadaman listrik secara bergilir. "Maka dengan alasan apa pun, tentu tidak bisa difasilitasi," ujarnya.

A'la menegaskan tidak ada alasan politik yang mendasari kebijakannya itu. "Jika nanti sudah waktu kampanye, akan kami upayakan semua calon bisa menyampaikan visi, misi, dan program mereka di UINSA," katanya.

Informasi diperoleh, acara tersebut tetap digelar tetapi di aula Wisma Bahagia, tempat penginapan di dalam kompleks UINSA. Khofifah sendiri belum terkonfirmasi apakah akan hadir di acara tersebut.

Namun yang pasti, pada Sabtu pagi Menteri Sosial itu menghadiri acara seminar di Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Surabaya.

Khofifah resmi menyatakan maju di Pilgub Jatim 2018. Tiga partai dipastikan akan mengusung dirinya, yakni Nasdem, Golkar dan Demokrat. Lawan kuat Khofifah ialah Saifullah Yusuf-Abdullah Azwar Anas yang diusung PKB-PDIP. Satu nama lagi yakni La Nyalla Mattalitti.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:viva.co.id
Kategori:GoNews Group, Warga Bertuah, Balai Kota, Parlemen
wwwwww