Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
21 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
20 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
3
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
4
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
19 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
5
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
Balai Kota
17 jam yang lalu
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
6
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Hukum
21 jam yang lalu
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Home  /  Berita  /  Cendekia

Merasa Disepelekan, Dandim Rembang Tempeleng Kades Saat Rakor

Merasa Disepelekan, Dandim Rembang Tempeleng Kades Saat Rakor
Dandim Rembang dan Kades. (Foto: detikcom).
Sabtu, 11 November 2017 23:49 WIB
REMBANG - Suasana rapat koordinasi (Rakor) pengawasan dana desa yang digelar di Pendopo Museum RA Kartini Rembang, mendadak berubah menjadi gaduh. Para kepala desa peserta Rakor memprotes Dandim 0720/Rembang, Letkol (Inf) Darmawan Setiyadi, yang menempeleng salah satu rekannya.

"Pak Dandim tadi sedang memberikan pengarahan di depan. Tapi yang namanya kepala desa, mungkin kecapekan karena banyak aktivitas, saat itu ada yang menyandarkan kepalanya di kursi. Kemudian dia dipanggil sama Dandim, diberi shock therapy semacam militer," ungkap Ketua Paguyuban Kepala Desa se Kabupaten Rembang, Zidad, Jumat (10/10/2017).

Saat dikonfirmasi, Letkol Darmawan Setiyadi, mengakui melakukan tindakan tersebut. Ia mengakui tindakan yang dilakukannya tersebut dipicu kondisi fisiknya yang sedang kelelahan. 

Dijelaskannya, saat kejadian dia sedang melakukan pemaparan materi di atas mimbar. Namun, ia merasa ada salah seorang kepala desa yang menunjukkan sikap seolah menyepelekan paparannya itu.

"Saat saya menyampaikan materi untuk kepala desa, ada yang di depan saya terlihat seorang kepala desa terkesan menyepelekan. Saya panggil ke depan, saya ingatkan. Memang saya tempeleng kena pipi, tapi ya nggak keras," kata Darmawan sambil mempraktikan gerakan menyerupai menampar.

Setelah Darmawan turun dari mimbar, para kepala desa lalu menyerukan protes atas tindakan Dandim.

Darmawan mengakui tindakannya tersebut salah dan tidak sepatutnya dilakukan olehnya.

"Ya mungkin itulah kondisi kelemahan saya yang mungkin dalam keadaan yang kurang fit. Saya lepas kontrol," lanjutnya. 

Namun kemudian Dandim segera menetralisir tindakan dan kesalahannya. Dandim segera mengajak Muhamad Hilaludin (Kades Jambangan, Kecamatan Sarang) yang ditempelengnya itu berjabat tangan. ***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:detik.com
Kategori:Cendekia, Warga Bertuah, GoNews Group
wwwwww