Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
12 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
11 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
3
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
4
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
10 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
5
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Hukum
12 jam yang lalu
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
6
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
Nasional
12 jam yang lalu
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Ketua MPR: Di Negeri Pancasila Harusnya Tak Ada Ketimpangan Kaya-Miskin

Ketua MPR: Di Negeri Pancasila Harusnya Tak Ada Ketimpangan Kaya-Miskin
Istimewa.
Sabtu, 11 November 2017 00:24 WIB
JAKARTA - Ketua MPR Zulkifli Hasan menegaskan Pancasila seharusnya jadi solusi mengatasi kesenjangan kaya miskin yang masih lebar.

"Persatuan Indonesia itu harusnya bermakna Persatuan Ekonomi. Jangan sampai di negeri Pancasila ini yang kaya makin kaya, yang miskin tambah miskin. Ini timpang namanya," ujar Zulhas, Jumat (10/11/2017).

Demikian ditegaskan Ketua MPR Zulkifli Hasan saat menyampaikan Pidato Kebangsaan di Pengajian Bulanan PP Muhammadiyah.

Hadir bersama Zulkifli Hasan, Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nasir dan Gubernur Jakarta Anies Baswedan

Sila Persatuan Indonesia kata Zulkifli Hasan, bermakna tak ada lagi ketimpangan Jawa dan luar Jawa. Semua warga negara merasakan hadirnya negara.

"Kesejahteraan itu hak seluruh warga negara. Jangan sampai hanya dinikmati segelintir golongan saja," tandasnya.

Karena itu ia mengajak semua pihak untuk berhenti menggunakan Pancasila untuk mengkotak kotakan dan memisahkan sesama anak bangsa.

“Pancasila itu harusnya kita bersatu cari solusi atasi kesenjangan. Bukan beda bedakan Pancasila - Anti Pancasila atau memberi label radikal hanya karena taat beragama,” paparnya.

Gubernur Jakarta Anies Baswedan menyebut indikator yang disampaikan Ketua MPR adalah cita citanya membangun Jakarta.

“Kalau mau lihat Jakarta 5 Tahun lagi, indikatornya sama seperti yang disampaikan Pak Zul. Semoga maju bersama dan sejahtera semuanya,” tutup Anies. ***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:GoNews Group, Warga Bertuah, Balai Kota, Parlemen
wwwwww