Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
2
Polresta Pekanbaru Bongkar Budidaya 53 Pot Ganja di Sail, Pengedar Terjebak Undercover Buy
Sail
22 jam yang lalu
Polresta Pekanbaru Bongkar Budidaya 53 Pot Ganja di Sail, Pengedar Terjebak Undercover Buy
3
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
1 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
4
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
Nasional
2 jam yang lalu
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Hidayat Nur Wahid: Kenali Pahlawan Agar Cinta Indonesia

Hidayat Nur Wahid: Kenali Pahlawan Agar Cinta Indonesia
Istimewa.
Jum'at, 10 November 2017 10:19 WIB
JAKARTA - Saat memberi Sosialisasi Empat Pilar kepada ratusan mahasiswa Mahad Aly An Nuaimy, Kebayoran Lama, Jakarta, 10 November 2017, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) mengharap agar semua mengenal para pahlawan agar kita mencintai Indonesia.

Dalam soal pahlawan, HNW menyebut para pahlawan Indonesia tidak hanya dari kaum laki-laki namun juga dari perempuan.

"Tanggal 9 November 2017, Presiden Joko Widodo menetapkan empat pahlawan nasional, salah satunya perempuan," ujarnya.

Perempuan yang dimaksud adalah Laksamana Malahayati. Menurut HNW, Malahayati adalah seorang mujahidah yang dahsyat. Ia memimpin 2000 pasukan melawan pasukan Belanda di bawah pimpinan seorang kapten Cornelis de Hotman.

"Dalam pertempuan satu melawan satu, Malahayati mampu mengalahkan tentara lawan," ujarnya.

Dengan bukti tersebut maka HNW menegaskan bahwa Indonesia merupakan warisan dari para ulama, santri, dan mujahidah. "Untuk itu mari kita kenali para pahlawan agar kita mencintai Indonesia," tegaanya.

HNW dengan tegas mengatakan bangsa ini merupakan warisan ulama sebab ia melihat apa yang terjadi dalam Peristiwa Pertempuran 10 November 1945.

Pada masa-masa itu, Belanda dan Inggris ingin merebut kembali Indonesia lewat Surabaya. Namun berkat fatwa Jihad dari KH Hasyim Asyari upaya tersebut gagal.

Diceritakan, para ulama Jawa Timur mengeluarkan fatwa dengan pesan bahwa mempertahankan kemerdekaan hukumnya wajib dan bila gugur dalam perjuangan, ia akan mati syahid.

Fatwa tersebut tersiar ke mana-mana hingga di Yogyakarta. Saat itu di Jogjakarta diselenggarakan Kongres Ummat Islam. Dalam kongres tersebut ummat Islam yang berada di Yogyakarta mendukung fatwa Jihad. Bila yang berada di Jawa Timur adalah ulama berlatar NU maka yang di Jogjakarta berlatar Muhammadiyah.

"Dengan demikian umat Islam satu kata dalam mempertahankan Indonesia," ujar HNW. ***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:GoNews Group, Warga Bertuah, Balai Kota, Parlemen
wwwwww