Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Putusan MA Anulir Suket Gibran Rakabuming, Publik Soroti Ancaman Pemakzulan Wapres
Nasional
10 jam yang lalu
Putusan MA Anulir Suket Gibran Rakabuming, Publik Soroti Ancaman Pemakzulan Wapres
2
Sasar Sarang Narkoba, Tim Gabungan Polresta Pekanbaru Jaring Empat Pengunjung Kelab Malam
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Sasar Sarang Narkoba, Tim Gabungan Polresta Pekanbaru Jaring Empat Pengunjung Kelab Malam
3
Tumpukan Sampah Jadi Biang Kerok Meluapnya Drainase di Ruas Jalan Pekanbaru
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Tumpukan Sampah Jadi Biang Kerok Meluapnya Drainase di Ruas Jalan Pekanbaru
4
Drama Epic Comeback, Tandukan Pramudya dan Penalti Gamaroni Bawa PSPS Pekanbaru Tekuk PSGC 2-1
Sepakbola
3 jam yang lalu
Drama Epic Comeback, Tandukan Pramudya dan Penalti Gamaroni Bawa PSPS Pekanbaru Tekuk PSGC 2-1
Home  /  Berita  /  Parlemen

Hidayat Nur Wahid: Pondok Pesantren Punya Peran Besar Menjadikan Indonesia Bersatu

Hidayat Nur Wahid: Pondok Pesantren Punya Peran Besar Menjadikan Indonesia Bersatu
Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid. (istimewa)
Senin, 23 Oktober 2017 15:53 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid mengatakan pondok pesantren memiliki peran besar dalam memperkuat nilai-nilai dasar Indonesia.

Dalam sejarahnya, para santri lulusan dari pondok pesantren juga memberikan pengorbanan besar dalam memerdekan Indonesia dari penjajah.

"Para santri memberikan bukti melalui pondok pesantren menjadikan Indonesia bersatu dan memperkokoh persatuan," ujar Hidayat saat Sosialisasi Empat Pilar MPR kepada PP Majelis Pesantren dan Mahad Indonesia di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin 23 Oktober 2017.

Oleh sebabnya, ia menentang dengan berbagai pandangan bawha pondok pesantren melekat dengan radikalisme. Pandangan negatif terhadap pondok pesantren tidak disertai dengan bukti yang cukup kuat.

"Justru pondok pesantren beri alas yang kuat agar Indonesia bebas dari redikaliasme dan terorisme, apalagi yang membahayakan bagi Indonesia," katanya.

Ketua Majelis Syuro PKS itu menginginkan adanya sebuah dialog untuk mengajak semua orang berfikir obyektif. Pada dasarnya semua pondok pesantren ingin menjaga kestabilan negara dan membawa perdamaian.

"Kita perlu punya keberanian berdialog. Para santri jika menerima fitnah juga tidak boleh diam saja. Seperti kata pak Menteri (Menteri Agaman Lukman Hakim) kita perlu berani bertindak untuk mengkoreksi salah paham itu," pungkasnya.***

wwwwww