Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
21 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
20 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
3
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
4
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
19 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
5
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
Balai Kota
17 jam yang lalu
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
6
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Hukum
21 jam yang lalu
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Home  /  Berita  /  GoNews Group

MPR: Jangan Sampai Golput Menjadi Pemenang Pilpres 2019

MPR: Jangan Sampai Golput Menjadi Pemenang Pilpres 2019
Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid. (dok. MPR)
Rabu, 18 Oktober 2017 20:40 WIB
JAKARTA - Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid mengatakan, Pemilihan Presiden 2019 yang diselenggarakan bersamaan dengan pemilu legislatif akan semarak bila ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold nol persen.

"Akan menghadirkan alternatif dan harapan baru bagi rakyat Indonesia. Tidak hanya kemudian empat L, lo lagi lo lagi," ucap Hidayat, Rabu (18/10/2017) di Jakarta.

Dia meyakini rakyat akan antusias memberikan hak suara bila presidential threshold nol persen.

Namun, kondisinya akan berbeda bila presidential threshold 20 persen dipertahankan.

Sebab, aturan itu jelas membatasi munculnya figur-figur capres alternatif untuk dipilih masyarakat.

Akibatnya, partisipasi pemilih akan dikalahkan oleh rakyat yang tidak menggunakan hak pilih alias golput.

"Saya khawatir justru yang menang nanti itu golput," pungkas mantan Presiden PKS itu.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:GoNews Group, Balai Kota, Parlemen
wwwwww