Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
Gelanggang
11 jam yang lalu
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
2
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
Balai Kota
10 jam yang lalu
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
3
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
4
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
5
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
Balai Kota
14 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
6
Pemkot Pekanbaru Latih Nakes Puskesmas Jadi Pendamping Posyandu, Dukung Penerapan Standar Pelayanan Minimal
Balai Kota
16 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Latih Nakes Puskesmas Jadi Pendamping Posyandu, Dukung Penerapan Standar Pelayanan Minimal
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Oesman Sapta: Bangsa Indonesia Terancam Penjajahan Moderen

Oesman Sapta: Bangsa Indonesia Terancam Penjajahan Moderen
Wakil Ketua MPR RI, Oesman Sapta. (istimewa)
Rabu, 11 Oktober 2017 12:43 WIB
JAKARTA - Indonesia saat ini terancam intervensi dan penjajahan dari negara asing dengan model gaya baru (modern,red). Hal ini diungkapkan Wakil Ketua MPR RI, MPR Oesman Sapta di hadapan ratusan mahasiswa Universitas Ibnu Khaldun, Kota Bogor, Jawa Barat, 11 Oktober 2017.

"Kita mensosialisasikan Empat Pilar karena ada ancaman intervensi asing pada bangsa Indonesia," ujarnya.

Intervensi asing itu kata Oso, dilakukan untuk merebut kekayaan alam. "Mereka melakukan intervensi dengan tak bermartabat," tegasnya.

Lebih lanjut dikatakan Oso, bangsa asing itu mempengaruhi pejabat di Indonesia dengan tujuan ingin melakukan penjajahan modern. "Intervensi dilakukan agar kita menjual kekayaan alam pada bangsa lain," paparnya.

Oesman Sapta mencontohkan, penjajahan moderen itu adalah, ada tekanan mengekspor bahan mentah ke luar negeri, selanjutnya bahan mentah itu diolah menjadi bahan jadi dan bahan jadi itu dijual kembali ke Indonesia dengan harga berlipat.

Hal demikian, menurut Oesman Sapta, tak akan lagi dilakukan oleh pemerintah saat ini. "Pemerintah sekarang ingin memproduksi sendiri, sisanya baru dijual ke asing," ungkapnya.

Pemerintah pun kata dia, sekarang membangun infrastruktur di berbagai daerah.

Intervensi dari luar juga dilakukan asing lewat narkoba. Intervensi yang menyasar anak-anak muda ini bertujuan agar penerus bangsa menjadi bodoh dan tak berguna.

Dalam kesempatan tersebut, Oesman Sapta mengingatkan kepada mahasiswa akan bahaya perkembangan teknologi yang bisa mengganggu moral. "Untung kita punya Empat Pilar sebagai pelindung bangsa," pungkasnya. ***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:GoNews Group, Warga Bertuah, Balai Kota, Parlemen
wwwwww