Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Putusan MA Anulir Suket Gibran Rakabuming, Publik Soroti Ancaman Pemakzulan Wapres
Nasional
12 jam yang lalu
Putusan MA Anulir Suket Gibran Rakabuming, Publik Soroti Ancaman Pemakzulan Wapres
2
Sasar Sarang Narkoba, Tim Gabungan Polresta Pekanbaru Jaring Empat Pengunjung Kelab Malam
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Sasar Sarang Narkoba, Tim Gabungan Polresta Pekanbaru Jaring Empat Pengunjung Kelab Malam
3
Tumpukan Sampah Jadi Biang Kerok Meluapnya Drainase di Ruas Jalan Pekanbaru
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Tumpukan Sampah Jadi Biang Kerok Meluapnya Drainase di Ruas Jalan Pekanbaru
4
Drama Epic Comeback, Tandukan Pramudya dan Penalti Gamaroni Bawa PSPS Pekanbaru Tekuk PSGC 2-1
Sepakbola
5 jam yang lalu
Drama Epic Comeback, Tandukan Pramudya dan Penalti Gamaroni Bawa PSPS Pekanbaru Tekuk PSGC 2-1
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Mahyudin Sebut tak Ada Aturan Plt-kan Ketum Partai

Mahyudin Sebut tak Ada Aturan Plt-kan Ketum Partai
Wakil Dewan Pakar Partai Golkar, Mahyudin. (istimewa)
Senin, 02 Oktober 2017 15:13 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Politisi Partai Golkar Mahyudin yang juga Wakil Ketua MPR RI mengatakan, dalam Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai, tidak ada aturan membuat Ketua Umum jadi pelaksana tugas (plt).

"Jadi sebenarnya tudak ada alasan untuk plt-plt an. Kemudian memang secara aturan partai AD/ART tudak bisa bahwa ada yang meng Plt kan Ketum. Ketum itu hanya bisa diberhentikan melalui Munas atau Munaslub," katanya di Jakarta, Senin (2/10/2017).

Sedangkan untuk melakukan Munaslub, harus ada persetujuan dari 2/3 pengurus daerah partai Golkar. Saat ini pengurus daerah masih solid dan loyal kepada Ketum Golkar Setya Novanto.

"Munaslub itu harus ada mendapat permintaan atau persetujuan 2/3 pengurus di daerah. Dan di daerah-daerah tetap solid loyal kepada ketum jadu saya kira tudak ada hal yang signifikan," ulasnya.

Sementara itu soal isu terbelahnya Partai Golkar, Mahyudin yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Mahyuddin menegaskan, hingga saat ini tidak ada perpecahan dalam tubuh Partai Golkar. Ia membantah isu menguatnya kubu Aburizal Bakrie (ARB).

"Gak ada (kubu-kubuan). Saya udah konfirmasi sama pak Ical, saya dengar ga ada pak Ical minta Novanto mundur gak tau siapa lagi. Jadi ada yang coba mengadu domba, memecah belah, kita hentikan hujat menghujat, serang menyerang, mari kita kerja sama sama menaikkan kembali elektabilitas partai. Golkar harus mengembalikan kepercayaan rakyat," katanya.

Ia menjelaskan, kegiatan Partai Golkar saat ini masih berjalan seperti biasa. Bahkan Beringin berencana menggelar Rakornis untuk konsolidasi awal persiapan Pilkada 2018.

"Saya kebetulan lagi di Kalimantan lagi di luar kota tidak mengamati perkembangan terakhir. Tapi kita dengar ada Rakornis tapi Rakornisnya lebih kepada mengevaluasi rencana pilkada 2018 yang berikut isu isu Golkar kemarin sempat mengemuka adanya gagasan pelaksana tugas. Tapi kan ketua umum kan sebagaimana kita ketahui menang di praperadilan otomatis statusnya dia skrg tidak tersangka," pungkasnya.***

wwwwww