Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Putusan MA Anulir Suket Gibran Rakabuming, Publik Soroti Ancaman Pemakzulan Wapres
Nasional
10 jam yang lalu
Putusan MA Anulir Suket Gibran Rakabuming, Publik Soroti Ancaman Pemakzulan Wapres
2
Sasar Sarang Narkoba, Tim Gabungan Polresta Pekanbaru Jaring Empat Pengunjung Kelab Malam
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Sasar Sarang Narkoba, Tim Gabungan Polresta Pekanbaru Jaring Empat Pengunjung Kelab Malam
3
Tumpukan Sampah Jadi Biang Kerok Meluapnya Drainase di Ruas Jalan Pekanbaru
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Tumpukan Sampah Jadi Biang Kerok Meluapnya Drainase di Ruas Jalan Pekanbaru
4
Drama Epic Comeback, Tandukan Pramudya dan Penalti Gamaroni Bawa PSPS Pekanbaru Tekuk PSGC 2-1
Sepakbola
2 jam yang lalu
Drama Epic Comeback, Tandukan Pramudya dan Penalti Gamaroni Bawa PSPS Pekanbaru Tekuk PSGC 2-1
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Hadiri Jambore di Ancol, Jokowi Minta Ibu-Ibu PKK Jangan Jadi "Kompor" Jelang Pilpres 2019

Hadiri Jambore di Ancol, Jokowi Minta Ibu-Ibu PKK Jangan Jadi Kompor Jelang Pilpres 2019
Dok. GoNews.co
Senin, 02 Oktober 2017 21:49 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Jokowi malam ini menghadiri Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) ke-45 dan Peresmian Pembukaan Jambore Nasional Kader PKK Tahun 2017. Acara ini diadakan di Ruang Krakatau, Hotel Mercure, Ancol, Jakarta.

Dalam pidatonya, Jokowi sempat menyinggung soal perhelatan Pilpres 2019. Meski Pilpres masih 2 tahun lagi, Jokowi mengingatkan agar sesama masyarakat tidak saling mencela, memfitnah, dan menjelekkan hanya karena memiliki perbedaan pandangan politik.

"Seperti ini juga, ibu-ibu PKK perlu menyampaikan, memberikan, menyadarkan kepada seluruh anggota, kepada seluruh masyarakat bahwa negara kita ini negara besar. Jangan sampai ada tetangga yang beda agama saling mencela, saling memfitnah, saling menjelekkan. Beda tetangga, beda kampung, atau suku juga melakukan hal yang sama. Jangan sampai," kata Jokowi di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, Senin (2/10).

Tidak hanya itu, ia juga meminta agar ibu-ibu PKK tidak menjadi "kompor" alias memprovokasi suaminya pada saat kontestasi politik yang berlangsung lima tahun sekali itu.

"Apalagi kita akan ada kontestasi politik. Jangan sampai ada perbedaan suku, agama kemudian dikipas-kipas (provokasi). Nah ini bagian yang pintar mendinginkan suasana ya ibu-ibu. Bapak-bapaknya panas-panasin, ibu-ibunya ngademin. Jangan bapak-bapaknya manas-manasin, ibu-ibunya ikut ngomporin. Wah, jadi ini tugas kita bersama," tuturnya.

Lebih lanjut, Jokowi juga mengingatkan pentingnya hubungan antar masyarakat. Ia mencontohkan 7 suku di Afghanistan yang saat ini tengah berkonflik. Ia berencana untuk mengundang mereka pada Desember nanti untuk menjelaskan keragaman dan toleransi di Indonesia.

"Betapa 7 suku di Afghanistan berantem, sekarang menjadi 40 kelompok. Mungkin nanti bulan Desember kita akan mengundang beliau-beliau, 40 itu di Indonesia. Kita berbicara, agar kita jelaskan keragaman dan berbeda agama kita bisa hidup berdampingan dan bisa bersatu di Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujarnya.

"Kemudian perlu saya ingatkan di tahun 2020, 2025, 2030, Indonesia mengalami bonus demografi. Artinya penduduk dengan usia produktif akan sangat besar, 65 sampai 70 persen. Banyak anak muda yang sangat produktif yang akan hidup di 2020-2030. Artinya apa? Kita memiliki sebuah kesempatan karena ada usia produktif sehingga bisa menggerakkan ekonomi negara kita di Indonesia," tukasnya.

"Tetapi kita juga harus ingat, jumlah penduduk yang besar, bonus demografi itu adalah pedang bermata dua. Bisa berkah, tapi bisa juga menyebabkan masalah," tutupnya. ***

Sumber:kumparan.com
Kategori:GoNews Group, Warga Bertuah, Balai Kota, Parlemen
wwwwww