Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Putusan MA Anulir Suket Gibran Rakabuming, Publik Soroti Ancaman Pemakzulan Wapres
Nasional
14 jam yang lalu
Putusan MA Anulir Suket Gibran Rakabuming, Publik Soroti Ancaman Pemakzulan Wapres
2
Sasar Sarang Narkoba, Tim Gabungan Polresta Pekanbaru Jaring Empat Pengunjung Kelab Malam
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Sasar Sarang Narkoba, Tim Gabungan Polresta Pekanbaru Jaring Empat Pengunjung Kelab Malam
3
Drama Epic Comeback, Tandukan Pramudya dan Penalti Gamaroni Bawa PSPS Pekanbaru Tekuk PSGC 2-1
Sepakbola
7 jam yang lalu
Drama Epic Comeback, Tandukan Pramudya dan Penalti Gamaroni Bawa PSPS Pekanbaru Tekuk PSGC 2-1
4
Tumpukan Sampah Jadi Biang Kerok Meluapnya Drainase di Ruas Jalan Pekanbaru
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Tumpukan Sampah Jadi Biang Kerok Meluapnya Drainase di Ruas Jalan Pekanbaru
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Tangkap Wali Kota Tegal, KPK Sita Ratusan Juta

Tangkap Wali Kota Tegal, KPK Sita Ratusan Juta
Wali Kota Tegal KMT Siti Masitha Soeparno. [SINDOnews]
Selasa, 29 Agustus 2017 22:06 WIB
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengintensifkan bidang penindakan lewat operasi tangkap tangan‎ (OTT) kurun beberapa bulan pada 2017. Kali ini, KPK diduga menangkap Wali Kota Tegal, Jawa Tengah KMT Siti ‎Masitha Soeparno‎ dengan barang bukti ratusan juta rupiah.


Seorang sumber internal KPK yang melakukan tangkap tangan menyatakan, lokasi penangkapan terjadi di Jawa Tengah dan Jakarta. "Sudah ditangkap di luar Jakarta. Yang ditangkap kepala daerah di Jawa Tengah. Jabatannya Wali Kota Tegal," ujar sumber tersebut kepada KORAN SINDO, Selasa (29/8/2017) malam.

Sumber menambahkan, selain Masitha juga ditangkap pengusaha terduga pemberi suap. Terduga pemberi suap ditangkap di Jakarta.

"Walikota Tegal dan pemberinya sudah dibawa ke Kantor KPK. Uang yang disita ratusan juta rupiah," tegas sumber.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengaku sedang mencari informasi ke tim penindakan apakah benar ada tangkap tangan terhadap seorang kepala daerah di wilayah Jawa Tengah. Menurut dia, jika informasinya sudah ada dan cukup maka akan disampaikan lagi.

"Masih perlu saya pastikan lebih lanjut. Perkembangan akan disampaikan kembali," ujar Febri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (29/8/2017) malam.

Editor:Zuamar
Sumber:sindonews.com
Kategori:GoNews Group
wwwwww