Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
13 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
12 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
3
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
4
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
11 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
5
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
Balai Kota
9 jam yang lalu
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
6
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
Nasional
14 jam yang lalu
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
Home  /  Berita  /  GoNews Group
Liputan Langsung Wartawan GoNews.co dari SEA Games 2017 Malaysia

Kurang dapat Perhatian Pemerintah, Jhony Asadoma: Harusnya Tinju Bisa Raih Lebih 1 Emas

Kurang dapat Perhatian Pemerintah, Jhony Asadoma: Harusnya Tinju Bisa Raih Lebih 1 Emas
GoNews.co/Azhari Nasution.
Kamis, 24 Agustus 2017 20:52 WIB
Penulis: Azhari Nasution
KUALA LUMPUR - Cabang olahraga tinju sudah memenuhi target yang dibebankan Satlak Prima dengan meraih 1 emas, 1 perak dan 1 perunggu di SEA Games XXIX/Malaysia 2017.

Namun, Ketua Umum PB Pertina, Jhony Asadoma menyebut Aldom Sugoro dan kawan-kawan harusnya bisa meraih lebih dari 1 medali emas di SEA Games XXIX/Malaysia 2017.

"Harusnya, kita bisa meraih lebih dari 1 medali emas jika seluruh kebutuhan latihan dan program uji coba maupun Trainning Camp (TC) cabang olahraga tinju yang diajukan PB Pertina dipenuhi pemerintah," kata Jhony Asadoma kepada wartawan usai pertandingan final tinju di Hall Mitec Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (24/8/2017).

Menurut Jhony, tidak terpenuhinya program TC Di Uzbekistan cukup berpengaruh. Sebab, petinju yang dipersiapkan ke SEA Games Malaysia 2017 tersebut kehilangan kesempatan menambah jam terbang.

"Rencananya, kita mengirim petinju ke Uzbekistan bukan hanya TC saja melainkan menjalani serangkaian uji coba untuk menambah pengalaman bertanding. Faktor kegagalan beberapa petinju Indonesia di SEA Games Malaysia 2017 meraih medali adalah minimnya jam terbang. Makanya, kita mengantisipasinya dengan mengajukan TC di Uzbekistan. ," tegasnya.

Keterlambatan honor petinju dan dana akomodasi, kata Jhony, juga ikut mempengaruhi. "Bagaimana mereka bisa konsentrasi latihan kalau honornya telat. Mereka kan ada juga yang sudah berkeluarga dan butuh biaya kehidupan," tamvah Jhony.

Ke depan, kata Jhony, pemerintah harus lebih memperhatikan masalah kebutuhan dana peningkatan prestasi cabang olahraga yang dipersiapkan menuju Asian Games 2018. Dengan demikian, persiapan atlet akan lebih baik lagi dan keinginan memenuhi target 10 besar bisa terpenuhi. ***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:GoNews Group, Warga Bertuah, Balai Kota, Gelanggang
wwwwww