Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sisir Empat Kelab Malam Pekanbaru, Satpol PP Riau Periksa Ketat Izin Usaha dan Pengunjung
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Sisir Empat Kelab Malam Pekanbaru, Satpol PP Riau Periksa Ketat Izin Usaha dan Pengunjung
2
Susuri Gang Samping BRI Sukaramai Pekanbaru, Polisi Amankan Pria dan Wanita Positif Narkoba
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Susuri Gang Samping BRI Sukaramai Pekanbaru, Polisi Amankan Pria dan Wanita Positif Narkoba
3
Pendiri Pekanbaru Marhum Pekan Resmi Terima Gelar Pahlawan Nasional
Kabar Bertuah
1 jam yang lalu
Pendiri Pekanbaru Marhum Pekan Resmi Terima Gelar Pahlawan Nasional
Home  /  Berita  /  Balai Kota

5 Tahun Kerja di Hong Kong, 2 TKI asal Blitar Meninggal Karena Sakit

5 Tahun Kerja di Hong Kong, 2 TKI asal Blitar Meninggal Karena Sakit
Istimewa.
Sabtu, 24 Juni 2017 07:01 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Dua Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Jawa Timur dikabarkan meninggal dunia karena sakit. Jumat malam (23/6) atau dua hari menjelang Hari Raya Idul Fitri 2017, dua jenazah TKI asal Kabupaten Blitar itu tiba di Bandara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo.

Diungkap Wakil Gubernur Jawa Timur, Safullah Yusuf (Gus Ipul), dua TKI meninggal yang bekerja di Hong Kong itu adalah; Ramini (27), warga Desa Sawentar, Kecamatan Kanigoro dan Siti Sarifah (27), asal Dusun Sidorejo, Kecamatan Ponggok.

"Malam ini (Jumat malam) saya dapat laporan dari Pak Setiadjit (Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi), telah diterima dua jenazah TKI asal Blitar," kata Gus Ipul.Diinformasikan, kedua TKI meninggal ini telah bekerja lebih dari lima tahun di Hong Kong.

"Mereka sudah bekerja lima tahun di Hong Kong, kemudian habis masa kontraknya, dan bekerja lagi di Hong Kong untuk periode kedua. Tapi ternyata menderita sakit dan meninggal," ungkapnya.

Gus Ipul juga menjelaskan, dari data yang diterima pihaknya, dari sisi legalitas, kedua TKI meninggal tersebut berangkat melalui jalur legal serta dilengkapi dokumen resmi pula.

Sedangkan terkait kedatangan dua jenazah TKI ini, Pemprov Jawa Timur langsung merespons dengan membantu mengantarkannya ke rumah duka masing-masing.

"Kami juga sudah memastikan semua hak-hak almarhum diterima oleh keluarga. Termasuk santunan dari agen sebesar Rp 5 juta. Kemudian juga ada santunan dari asuransi," tandas Gus Ipul. ***

Sumber:merdeka.com
Kategori:Balai Kota, Warga Bertuah, GoNews Group
wwwwww