Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
13 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
11 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
3
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
4
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
11 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
5
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
Balai Kota
8 jam yang lalu
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
6
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
Nasional
13 jam yang lalu
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
Home  /  Berita  /  Parlemen

DPD RI Minta Pemerintah Pusat Benar-benar Perhatikan Indonesia Timur

DPD RI Minta Pemerintah Pusat Benar-benar Perhatikan Indonesia Timur
Nono Sampono saat memberikan pemaparan pada buka bersama Press Room DPR.
Selasa, 20 Juni 2017 19:03 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Warga yang tinggal di provinsi kepulauan masih belum mendapat perhatian dalam fasilitas mudik seperti di pulau Jawa. Sehingga jelas bahwa pemerataan kesejahteraan dan pembangunan belum merata.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua DPDRI, Nono Sampono dalam acara diskusi bersama wartawan dengan tema diskusi seputar mudik lebaran, bertempat di press room DPR RI, selasa (20/6/2017).

"Ini adalah kewajiban negara, DPR dan DPD harus cermati urusan ini, karena kepentingan umum, hal ini sudah cukup lama terabaikan. Kemenhub dan pemerintah pusat harus melihat masalah di Indonesia bagian timur soal bagaimana sulitnya akses mudik bagi warga yang hendak mudik dari warga yang bekerja dan tinggal di provinsi kepulauan seperti NTT, NTB, Maluku, Kepri, Sulteng dan Sulawesi Tenggara," ujar Nono.

Nono menyampaikan tidak seperti di masyarakat pulau jawa yang sering mendapatkan fasilitas pemerintah untuk mudik gratis, maka berbanding terbalik di di Indonesia Timur yang sekarang serba sulit, karena faktor alam seperti angin kencang yang menyebabkan diturunkannya frekuensi penerbangan.

Oleh karena itu Nono berharap dengan adanya RUU provinsi kepulauan yang digagas DPDRI, akan menjadi solusi komprehensif untuk masyarakat di Indonesia Bagian Timur, bukan saja soal transportasi tapi juga prioritas dalam pembangunan lainnya.

"RUU Provinsi kepulauan ini diharapkan bisa menjadi payung bagi provinsi kepulauan yang ada di NKRI. Selain itu perlu ada perbaikan, menurut saya jika diperlukan baik juga ada pemekaran agar pemerataan pembangunan dapat terasa, dari pada diperuntukkan kepada BUMN yang indikasinya merugi terus," tandasnya.

"Jika anggaran dialokasikan ke daerah itu uang akan berputar, roda perekonomian berjalan, dan efek positif lainnya juga akan berbanding lurus. Kita harus mendorong dewan otonomi daerah, tinjau kembali tentang moratorium Daerah Otonom Baru (DOB), karena saat ini Di DPD ada 176 DOB jadi jangan distop sama sekali, tapi harus dukung daerah supaya mandiri," paparnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Komite II Parlindungan Purba menyoroti soal kesiapan pemerintah dalam menghadapi arus mudik.

"Saat kami rapat dengan dirjen perhubungan, kami dapat informasi Angka kecelakaan pada tahun 2016 sebesar 1.289 hal yang signifikan turun karena di tahun 2015 kecelakaan mencapai angka 2.552. Dapat kami sampaikan bahwa jalan-jalan aspal diperlintasan kereta api juga diperbaiki agar lancar lalu lintaskendaraan di perlintasan,” katanya.

Parlin juga menyampaikan agar kereta api bisa terintegrasi dengan bandara untuk meminimalisir kemacetan dijalan raya.

"Semoga segera terealisasi di bandara Indonesia yang terintegrasi dengan transportasi umum kereta api sehingga bisa menurunkan tingkat kemacetan di jalan raya yang tentu saja menghemat waktu dan tenaga bagi masyarakat yang bepergian,” tutupnya.

Rencananya pada tanggal 22 juni wakil Ketua DPD RI Nono Sampono dan Ketua Komite II Parlindungan Purba akan memantau ke beberapa tempat seperti bandara soekarno hatta, pelabuhan tanjung priuk, terminal pulogadung, dan rumah potong hewan PD Dharmajaya di Cakung. ***

wwwwww