Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
Gelanggang
13 jam yang lalu
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
2
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
Balai Kota
12 jam yang lalu
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
3
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
4
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
5
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
Balai Kota
15 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
6
Pemkot Pekanbaru Latih Nakes Puskesmas Jadi Pendamping Posyandu, Dukung Penerapan Standar Pelayanan Minimal
Balai Kota
17 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Latih Nakes Puskesmas Jadi Pendamping Posyandu, Dukung Penerapan Standar Pelayanan Minimal
Home  /  Berita  /  Kabar Bertuah
Kesehatan

Berat Wanita Setengah Ton Ini Berhasil Diturunkan 323 Kg dalam 3 Bulan

Berat Wanita Setengah Ton Ini Berhasil Diturunkan 323 Kg dalam 3 Bulan
Eman Ahmed Abd El Aty, perempuan Mesir yang berat badannya ditaksir 500 kg. (republika.co.id)
Sabtu, 06 Mei 2017 08:19 WIB
MUMBAI - Eman Ahmed, wanita terberat di dunia asal Mesir, dengan bobot sekitar 500 kilogram, pasti sangat bersyukur, karena tim medis di Mumbai berhasil menurunkan berat badannya hingga 323 kilogram dalam tiga bulan.

Dengan bobot 500 kg, Ahmed tak pernah bisa keluar dari rumahnya di Mesir selama 20 tahun.

Untuk terbang ke India, Ahmed menggunakan pesawat Airbus yang telah didesain secara khusus.

Ahmed tiba di Mumbai, India pada Februari, lalu. Sebelum menjalani bedah bariatrik, Ahmed harus menjalani diet cairan khusus terlebih dahulu karena berat badannya membuat bedah bariatrik sulit dilakukan.

Setelah mencapai berat yang diinginkan, Ahmed menjalani bedah bariatrik di bawah penanganan tim dokter Mumbai.

Tiga bulan pascaoperasi, wanita ini menjadi 176,6 kg.

Perjuangan Ahmed untuk kembali hidup normal belum selesai. Pascaoperasi, tim dokter Mumbai mengatakan Ahmed harus menjalani fisioterapi selama satu tahun penuh.

Fisioterapi ini akan dijalani Ahmed di rumah sakit VPS Burjeel, Abu Dhabi. Untuk menunjang perjalanan ke Abu Dhabi, tim dokter telah mempersiapkan tandu hidrolik dari Itali untuk Ahmed.

''Ia akan didampingi para dokter, paramedis dan perawat selama perjalanan,'' kata direktur medevac di VPS BurjeelS, Sanet Meyer, seperti dilansir News.

Terkait kasus ini, pihak keluarga mengatakan bahwa Ahmed didiagnosa dengan penyakit elephantiasis saat kecil. Kondisi ini menyebabkan anggota badan Ahmed membengkak dan membuat wanita tersebut sulit bergerak.

Akibat kondisi tubuh yang membesar, Ahmed menderita stroke. Ahmed juga menghadapi beberapa penyakit serius lainnya yang berkaitan dengan obesitas seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan kurang tidur.

Ahmed juga tak dapat berbicara dengan baik dan mengalami lumpuh sebagian.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:Kabar Bertuah, GoNews Group
wwwwww