Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
6 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
5 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
3
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
4
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
4 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
5
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Hukum
6 jam yang lalu
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
6
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
Nasional
7 jam yang lalu
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
Home  /  Berita  /  GoNews Group
Internasional

Tradisi Aneh, Setelah Kawin dan Punya Anak, Para Wanita di Desa Ini Lakukan Pernikahan Sejenis

Tradisi Aneh, Setelah Kawin dan Punya Anak, Para Wanita di Desa Ini Lakukan Pernikahan Sejenis
(republika.co.id)
Sabtu, 29 April 2017 14:53 WIB
TANZANIA - Tradisi suku Kuria yang berdiam di Desa Nyamongo, Tanzania Utara, Afrika Timur ini sungguh aneh. Para perempuan di desa ini harus menikahi sesama jenis untuk menghindari patriarki.

Mereka menjalani pesta pernikahan dengan upacara adat lokal yang dikenal sebagai Nyumba Ntobhu yang berarti 'rumah para wanita'.

Wanita yang sudah menikah ini akan membesarkan anak-anak yang lahir dari perkawinan mereka sebelumnya dengan laki-laki seperti pada umumnya.

Mereka memiliki perjanjian pernikahan dengan laki-laki hanya untuk melahirkan anak-anak saja. Mereka tetap menjalankan hubungan layaknya suami istri pada umumnya.

Yang membedakan, hanya saja tidak berhubungan badan. Lingkungan yang masih terjaga membuat mereka sangat polos dan jauh kemungkinan berubah menjadi lesbian.

Sedangkan istri yang lebih muda memiliki hak untuk memilih pasangan laki-laki mereka. Hal ini bertujuan untuk melahirkan ahli waris mereka.

Orang-orang menyerahkan hak asuh atas anak-anak mereka, setelah pasangan perempuan membesarkan anak-anaknya.

Tujuan mendasar dari pernikahan sejenis ini adalah tradisi turun temurun untuk menjaga warisan di keluarga mereka. Wanita yang tidak memiliki anak laki-laki dan janda, tidak berhak menjaga harta benda mereka.

Makanya, mereka menikahi wanita lain hanya untuk memiliki harta mereka juga. ***

Editor:hasan b
Sumber:dream.co.id
Kategori:GoNews Group, Kabar Bertuah
wwwwww