Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
4 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
Nasional
4 jam yang lalu
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
3
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Hukum
4 jam yang lalu
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
4
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
2 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
5
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
2 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
6
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
3 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Home  /  Berita  /  GoNews Group
Nasional

Pemuda Muhammadiyah: Pendusta Agama Bersatu Lakukan Korupsi dan Lemahkan KPK

Pemuda Muhammadiyah: Pendusta Agama Bersatu Lakukan Korupsi dan Lemahkan KPK
Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak. (republika.co.id)
Sabtu, 29 April 2017 18:00 WIB
JAKARTA - Para pendusta agama bersatu merampas hak orang-orang fakir, miskin dan yatim dengan melakukan korupsi secara sistematis dan masif.

Hal itu ditegaskan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak. ''Kawan kita marah luar biasa terhadap sang penista dan kita kawal terus sampai proses hukum akhir. Tapi kawan, ada juga yang sangat mengerikan nan merusak peradaban yakni para pendusta agama, sejenak tengoklah Alquran, Surat Al-Maun,'' kata Dahnil Anzar Simanjuntak, Sabtu (29/4).

Ia mengungkapkan, kini para pendusta agama melalui praktik korupsi merampas hak-hak orang fakir, miskin, yatim dan mustad'afin.

Praktik korupsi tersebut terstruktur, masif dan sistematis. Para pendusta agama tersebut juga melakukan perlawanan balik dengan berbagai cara untuk melemahkan agenda pemberantasan korupsi.

Ia menerangkan, saat ini KPK telah dilemahkan secara sistematis dari dalam. Kuda Troya yang dikirimkan ke dalam KPK sukses memporakporandakan KPK dari dalam. KPK juga dihajar kuat dari luar dengan berbagai cara.

Sehingga terjadi penurunan kepercayaan dan dukungan publik. Ia menegaskan, konstelasi ini berbahaya bagi pemberantasan korupsi di Indonesia.

''Kasus Novel Baswedan yang sejatinya bisa mengungkap kejahatan-kejahatan bandit politik yang bersembunyi di balik kata mulia hukum dan praktik ternak terorisme terhadap semua yang membahayakan sumber rente dan kekuasaan, tidak dituntaskan dengan segera. Kasus Tama S Lakun semoga tidak terulang terhadap Novel Baswedan, dilupakan dan selesai tanpa penyelesaian hukum, gelap siapa pelakunya,'' ujarnya.

Dahnil sekali lagi menegaskan, bandit politik bersatu, kenapa publik yang mengharapkan Indonesia bebas korupsi tidak bersatu?

Dahnil mengingatkan, jangan biarkan Indonesia menjadi bangsa yang bertoleransi terhadap korupsi. Lawan korupsi sampai akar-akarnya.

''Mari bersama ekspresikan berbagai bentuk kontribusi perlawananmu kawan. Mari berjamaah lawan korupsi, kawal KPK berani. Tuntaskan semua kasus korupsi, lawan angket DPR RI,'' tegasnya.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:GoNews Group, Parlemen
wwwwww