Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
2
Polresta Pekanbaru Bongkar Budidaya 53 Pot Ganja di Sail, Pengedar Terjebak Undercover Buy
Sail
23 jam yang lalu
Polresta Pekanbaru Bongkar Budidaya 53 Pot Ganja di Sail, Pengedar Terjebak Undercover Buy
3
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
2 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
4
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
Nasional
2 jam yang lalu
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
5
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Hukum
2 jam yang lalu
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
6
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
18 menit yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Home  /  Berita  /  GoNews Group

152 Sumur Warga di Kediri Mendadak Amblas, Ini Penjelasan PVMBG

152 Sumur Warga di Kediri Mendadak Amblas, Ini Penjelasan PVMBG
Salah satu sumur yang amblas. (inilah.com)
Sabtu, 29 April 2017 19:55 WIB
JEMBER - Sedikitnya 152 sumur milik warga di Desa Manggis, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, mndadak amblas dalam waktu yang hampir bersamaan.

Tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung sedang melakukan penelitian terhadap fenomena alam tersebut. Penelitian dilakukan bersama ahli tanah dari Institut Teknologi Surabaya (ITS) dan ESDM Provinsi Jawa Timur.

Ketua Tim Tanggap Darurat Pergerakan Tanah PVMBG, Herry Purnomo mengatakan penelitian meliputi permukaan air, struktur tanah, amblesan dan busa yang ditimbulkan.

Dari pengamatan sementara PVMBG, fenomena alam ini biasa terjadi di daerah vulkanik sekitar gunung. Hal ini sesuai karena Kecamatan Puncu, berada di Lereng Gunung Kelud.

''Kedatangan kami kemari adalah untuk meneliti fenomena sumur ambles ini dan menenangkan masyarakat. Gejala fenomena alam ini bisa terjadi di daerah vulkanik, karena endapan muda pasir yang sewaktu waktu masih bisa terjadi penurunan atau pelarutan air dibawah tanah,'' jelasnya, Sabtu (29/4/2017).

PVMBG akan meneliti lapisan tanahnya untuk mengetahui seberapa besar rongganya.

Kemudian bersama Tim Hydrogeologi akan mengkaji seberapa besar aliran air di dalam tanah. Seluruh sumur ambles akan didata dan dipetakan kemudian dianalisis dan dimodelkan.

''Menganai busa airnya sampai sekarang balum tahu pasti penyebabnya. Untuk itu, kita akan ambil sampelnya. Bagaimana kok busanya bisa setebal itu. Kalau airnya sendiri keruh, tetapi tidak berbau dan tidak berubah rasa,'' jelasnya.

Sebagaimana diketahui, jumlah sumur ambles di Desa Manggis sudah mencampai 152 buah.

Sementara itu sebanyak 117 sumur lainnya menandakan gejala akan ambles ditandai dengan airnya berubah menjadi keruh.

Amblesnya ratusan sumur merata di satu desa ini mulai merembet ke bangunan rumah warga. Beberapa rumah dindingnya mengalami keretakan.***

Editor:hasan b
Sumber:inilah.com
Kategori:GoNews Group, Kabar Bertuah, Warga Bertuah
wwwwww