Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Putusan MA Anulir Suket Gibran Rakabuming, Publik Soroti Ancaman Pemakzulan Wapres
Nasional
16 jam yang lalu
Putusan MA Anulir Suket Gibran Rakabuming, Publik Soroti Ancaman Pemakzulan Wapres
2
Drama Epic Comeback, Tandukan Pramudya dan Penalti Gamaroni Bawa PSPS Pekanbaru Tekuk PSGC 2-1
Sepakbola
9 jam yang lalu
Drama Epic Comeback, Tandukan Pramudya dan Penalti Gamaroni Bawa PSPS Pekanbaru Tekuk PSGC 2-1
3
Sasar Sarang Narkoba, Tim Gabungan Polresta Pekanbaru Jaring Empat Pengunjung Kelab Malam
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Sasar Sarang Narkoba, Tim Gabungan Polresta Pekanbaru Jaring Empat Pengunjung Kelab Malam
4
Tumpukan Sampah Jadi Biang Kerok Meluapnya Drainase di Ruas Jalan Pekanbaru
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Tumpukan Sampah Jadi Biang Kerok Meluapnya Drainase di Ruas Jalan Pekanbaru
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Jadi Perokok Aktif selama 20 Tahun, Kini Gus Ipul Berhenti "Ngebul"

Jadi Perokok Aktif selama 20 Tahun, Kini Gus Ipul Berhenti Ngebul
Istimewa.
Minggu, 23 April 2017 14:25 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
SURABAYA - Rokok ternyata sempat menjadi bagian dari kehidupan Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf. Tak tanggung-tanggung, ia mengaku sempat merokok selama lebih dari 20 tahun.

Namun akhirnya ia berhasil menghentikan kebiasaan tak sehatnya tersebut di tahun 2007. Saat itu sebenarnya sudah pria yang akrab disapa Gus Ipul itu tengah berupaya berhenti merokok.

Sayangnya niat baik Gus Ipul malah tak berbuah kesuksesan. "Sampai suatu saat saya merokok itu rasanya nggak enak semua," tuturnya kepada detikHealth baru-baru ini.

Tak punya pikiran macam-macam, ia masih berusaha mempertahankan kebiasaannya dengan mengganti ke merek rokok lain. Tetapi meski dicoba berulang kali, ia tetap merasakan ketidaknyamanan.

"Pahit gitu. Tapi akhirnya saya mikir oh mungkin ini saatnya berhenti. Nah sejak itulah (berhenti merokok, red)," imbuhnya.

Ayah empat anak itu mengaku tubuhnya lebih bugar setelah berhasil berhenti ngebul. Tak heran Gus Ipul juga jarang mengeluh capek kendati harus berkunjung ke berbagai tempat dalam sehari.

Apa yang terjadi pada Gus Ipul tampaknya mirip dengan yang diutarakan dr Elisna Syahruddin, PhD, SpP(K) dari Persatuan Dokter Paru Indonesia ketika ditanya tentang metode paling ampuh untuk berhenti merokok.

Menurutnya, ini tak muluk. "Cara berhenti merokok ya berhenti aja, nggak usah pakai teori-teori. Yang paling penting itu nawaitu alias niatnya," katanya beberapa waktu lalu.

Dalam kesempatan terpisah, Fuad Baradja, aktivis penanggulangan masalah rokok yang juga mantan perokok mengatakan bahwa berhenti merokok memiliki banyak cara dan bisa dilakukan kapan pun.

Namun hal terpenting dalam proses tersebut ialah keinginan atau niat yang kuat. Berangkat dari pengalamannya, Fuad mengatakan jika tidak ada niat yang kuat untuk berhenti merokok, cara apapun yang dilakukan akan percuma.

"Sebab, orang itu bisa saja berhenti tapi mudah relaps (merokok lagi). Namun jika niatnya sudah kuat, tidak pakai cara apapun juga bisa berhenti merokok," timpalnya. ***

Sumber:Detik.com
Kategori:GoNews Group, Warga Bertuah, Balai Kota
wwwwww