Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
2
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
24 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
3
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
Balai Kota
21 jam yang lalu
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
4
Susuri Gang Samping BRI Sukaramai Pekanbaru, Polisi Amankan Pria dan Wanita Positif Narkoba
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
Susuri Gang Samping BRI Sukaramai Pekanbaru, Polisi Amankan Pria dan Wanita Positif Narkoba
5
Sisir Empat Kelab Malam Pekanbaru, Satpol PP Riau Periksa Ketat Izin Usaha dan Pengunjung
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
Sisir Empat Kelab Malam Pekanbaru, Satpol PP Riau Periksa Ketat Izin Usaha dan Pengunjung
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

1 Korban Bencana Banjir di Pangkalan Koto Baru Ditemukan Tewas Mengapung Diantara Sampah di Aliran Sungai Batang Mahat

1 Korban Bencana Banjir di Pangkalan Koto Baru Ditemukan Tewas Mengapung Diantara Sampah di Aliran Sungai Batang Mahat
terlihat polisi dan tim gabungan mengevakuasi jasad Muklis dari sungai, Sabtu siang
Sabtu, 04 Maret 2017 17:04 WIB
Penulis: Chairul Hadi
PEKANBARU - Sesosok jasad pria bernama Muklis, warga Kecamatan Pangkalan Kabupaten Limapuluh Kota, Provinsi Sumbar ditemukan mengapung di aliran Sungai Batang Muara Mahat Lama, Sabtu (4/3/2017) siang tadi.

Muklis adalah korban bencana banjir dahsyat yang menerjang daerah Pangkalan sejak dua hari belakangan. Tubuh korban ditemukan pertama kali oleh warga setempat yang hendak mencari ikan di Sungai Batang Mahat.

Ketika itu tubuh Muklis tersangkut diantara sampah yang hanyut pasca banjir. Warga tak berani mengevakuasinya dan juga kebingungan lantaran kepolisian tak bisa dihubungi akibat buruknya sinyal pasca bencana.

Selain itu warga juga tidak bisa ke kantor polisi lantaran akses jalan amblas dan longsor sejak Jumat semalam. Kebetulan, tiga orang anggota Polsek XIII Koto Kampar sedang berpatroli via sungai untuk memonitor banjir.

"Langsung kita koordinasi, karena lokasi penemuan mayat ini wilayah hukumnya bukan masuk Polsek XIII Koto Kampar. Kita segera bantu evakuasi jasad korban dibantu perahu karet," ungkap Kapolsek XIII Koto Kampar, AKP Handoko Sujaryanto.

Ia mengatakan, pihaknya sempat kesulitan akibat beratnya medan dari sungai ke darat. Akhirnya aparat berinisiatif mengangkatnya di Jembatan Sungai Kampar I, Desa Tanjung Alai, Kecamatan XIII Koto Kampar.

"Kita bawa pakai ambulance. Kalau dari identitas yang ditemukan di saku celana korban, dia bernama Muklis, warga Tanjung Balik Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumbar," lanjut Kapolsek menguraikan.

Hal itu diperkuat oleh keterangan saksi yang memang mengenal almarhum Muklis. "Kita bawa ke Puskesmas Pangkalan. Pihak keluarganya juga sudah dihubungi," tutupnya. ***

wwwwww