Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
Gelanggang
11 jam yang lalu
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
2
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
Balai Kota
10 jam yang lalu
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
3
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
4
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
5
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
Balai Kota
14 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
6
Pemkot Pekanbaru Latih Nakes Puskesmas Jadi Pendamping Posyandu, Dukung Penerapan Standar Pelayanan Minimal
Balai Kota
16 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Latih Nakes Puskesmas Jadi Pendamping Posyandu, Dukung Penerapan Standar Pelayanan Minimal
Home  /  Berita  /  GoNews Group

FPI Ngaku Tak Ada Kaitan dengan Spanduk Larangan Menyalatkan Mayat Pro-Ahok

FPI Ngaku Tak Ada Kaitan dengan Spanduk Larangan Menyalatkan Mayat Pro-Ahok
Masjid pasang spanduk tolak salatkan jenazah pendukung penista agama. (foto: Whatsapp Group/jpnn.com)
Senin, 27 Februari 2017 11:06 WIB

JAKARTA - Front Pembela Islam (FPI) mengaku tak ada kaitannya dengan spanduk bertuliskan larangan menyalati jenazah pendukung Basuki T Purnama. 

Foto spanduk yang terpampang di sebuah masjid di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan itu beredar secara viral beberapa hari terakhir ini.

Juru Bicara FPI Slamet Maarif mengatakan bahwa spanduk itu merupakan hasil inisiatif pengurus masjid. “Bukan dari kami,” katanya seperti dberitakan JPNN.com, Senin (27/2/2017).

Slamet mengatakan, bisa jadi spanduk itu sebagai bentuk kekecewaan pengurus masjid. Namun, dia memastikan FPI tak ada kaitannya dengan hal itu.

“Mungkin itu bentuk kekecewaan dari beberapa pengurus masjid saja. FPI gak pernah buat spanduk yang aneh-aneh,” tegasnya.

Lebih lanjut Slamet mengatakan, syariat Islam mewajibkan sesama muslim untuk mengurus jenazah baik memandikan, menyalati hingga menguburkannya. Hal itu pula yang menjadi acuan FPI.

“Karena itu kan hukumnya fardu kifayah. Kalau enggak dilaksakan ya kena dosa semua,” papat Slamet.

Oleh karena itu FPI sebagai ormas yang bergerak di bidang dakwah terus mengimbau kepada umat muslim untuk menjaga kedamaian dan ketenteraman. Ormas yang didirikan Habib Rizieq Shihab itu tak ingin ada kegaduhan.

“Segera cabut spanduk-spanduk yang bernada provokatif, karena kalau ada yang seperti itu FPI selalu dikaitkan. Bahkan waktu sebelum Pilkada kemarin banyak spanduk dengan mencatut nama FPI dengan spanduk dukungan terhadap salah satu paslon,” tutupnya.(jpnn)

Editor:Arie RF
Sumber:jpnn.com
Kategori:GoNews Group, Kabar Bertuah, Warga Bertuah
wwwwww